top of page

The Four Tarumanagara Inscriptions (Part II)

As one of the seven important inscriptions from the Tarumanagara heritage, the Tugu Inscription mentions the Bekasi River and the Old Cakung River that exist until today.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Illustration of Tarumanagara and its territory in western Java (Illustration by Historia.ID)

22 Mei
8 menit membaca

REGARDLESS of the day or time, the crossings in Bekasi City are always bustling with commuters and residents traveling to and from Bekasi Station. Not far to the east, three steel-truss bridges spanning the Bekasi River are also traversed by various types of trains.


The Bekasi River stands as a silent witness to the bustling activity of people across civilizations. It is one of the few “legacies” of the Tarumanagara civilization, as recorded in the Tugu Inscription. In that inscription, the ancient name of the Bekasi River is Candrabhaga River.


The Bekasi River, stretching approximately 35 kilometers in length, originates from the confluence of the Cileungsi and Cikeas Rivers in the area between Bojong Kulur (Bogor Regency) and Jatiasih (Bekasi City). Its terminus is at the Cikarang Bekasi Laut (CBL) inspection channel—built in the 1970s—near the Babelan area in Bekasi Regency. During the Tarumanagara era, the Candrabhaga River was excavated during the reign of King Purnawarman (r. 395–434 CE) to flow directly from the inland region to the sea.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
bg-gray.jpg
Cerita dari Museum Gatot Soebroto di Ungaran. “Rumah Prihatin” yang kaya cerita meski hanya setahun ditinggali sang jenderal.
Di balik pameran karya seni ada proses panjang dalam mempersiapkannya, mulai dari memilih karya, mengurus peminjaman koleksi, hingga menjamin keamanannya.
Di balik pameran karya seni ada proses panjang dalam mempersiapkannya, mulai dari memilih karya, mengurus peminjaman koleksi, hingga menjamin keamanannya.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Mengidolakan R.A. Kartini sejak remaja, Sujatin tak pernah lelah memperjuangkan nasib perempuan.
Mengidolakan R.A. Kartini sejak remaja, Sujatin tak pernah lelah memperjuangkan nasib perempuan.
Bukan kali ini saja pandemi mengganggu ibadah haji. Bahkan, pada masa lalu haji dianggap membahayakan.
Bukan kali ini saja pandemi mengganggu ibadah haji. Bahkan, pada masa lalu haji dianggap membahayakan.
Tim kampanye Presiden Nixon memanfaatkan intelijen untuk mengintip jeroan partai pesaingnya. Skandalnya dibongkar informan FBI dan wartawan.
Tim kampanye Presiden Nixon memanfaatkan intelijen untuk mengintip jeroan partai pesaingnya. Skandalnya dibongkar informan FBI dan wartawan.
Kota suci itu pernah merajut perdamaian antaragama di masa awal kekuasaan Arab Islam. Kini konflik peperangan mencabik-cabiknya.
Kota suci itu pernah merajut perdamaian antaragama di masa awal kekuasaan Arab Islam. Kini konflik peperangan mencabik-cabiknya.
transparant.png
bottom of page