- 1 jam yang lalu
- 5 menit membaca
DUA buah foto koleksi sejarawan Harry A. Poeze menggambarkan detik-detik terakhir hidup seorang pria berpakaian serba putih. Tubuhnya tetap berjalan tegap walau maut datang menyongsong. Sejumlah tentara bersenjata menggiringnya ke tempat penghabisan yang telah ditentukan. Sementara itu ribuan pasang mata, mulai anak kecil sampai dewasa, tak lepas memandanginya.
Pria itu dr. Wiroreno, Residen Pati yang berada di pihak Musso dalam Peristiwa Madiun 1948. Dia menjabat Ketua Front Demokrasi Rakyat (FDR) Pati. Musso dinyatakan bertanggung jawab atas peristiwa di Madiun. Partai Komunis Indonesia dituduh berada di belakang kejadian itu. FDR pimpinan mantan Perdana Menteri Amin Sjarifuddin juga terlibat.
Sebagai pihak yang dinyatakan salah oleh pemerintah Sukarno-Hatta, Wiroreno harus menghadapi hukuman mati yang dijatuhkan oleh penguasa militer. Dia tewas setelah sebutir peluru menembus jantungnya pada sebuah eksekusi di bawah pohon beringin rindang di alun-alun Pati. Kabar di bulan November 1948 itu adalah duka pertama bagi Maria Ullfah dan Santoso.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















