top of page

Riwayat Tubagus Angke

Tubagus Angke asal Banten melanjutkan Fatahillah memimpin Jayakarta. Sebagai Pangeran Jayakarta II, dia membawa Pelabuhan Sunda Kelapa menandingi Pelabuhan Malaka.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi Tubagus Angke (Muhammad Awaluddin Yusuf/Historia.ID)

  • 1 jam yang lalu
  • 4 menit membaca

SETELAH Fatahillah atau Pangeran Jayakarta I tiada, kekuasaannya dilanjutkan oleh Tubagus Angke. Tubagus dikenal sebagai gelar bangsawan Kesultanan Banten. Nama tersebut telah lama menjadi bagian dari lanskap Jakarta. Di sekitar kawasan Angke, terdapat Jalan Tubagus Angke –dahulunya bernama Bacherachtsgracht– yang merujuk kepada nama Sang Pangeran Jayakarta II.


Kawasan Angke memiliki sejarah yang panjang. Setelah peristiwa pembantaian Tionghoa oleh VOC pada 1740, masyarakat Hokkian menyebut Kali Angke sebagai angke yang berarti “kali merah” atau “kali berdarah”. Hal ini merujuk pada banyaknya korban dalam peristiwa tersebut.


Namun, nama Kali Angke telah dikenal jauh sebelum tragedi itu. Pada 22 Desember 1619, ketika Sultan Banten mengerahkan sekitar 4.000 prajurit menyusuri Kali Angke (Rivier van Angkee) menuju Jayakarta untuk menyerang loji Inggris, nama sungai tersebut telah digunakan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tubagus Angke asal Banten melanjutkan Fatahillah memimpin Jayakarta. Sebagai Pangeran Jayakarta II, dia membawa Pelabuhan Sunda Kelapa menandingi Pelabuhan Malaka.
bg-gray.jpg
Sjahrir-Amir Sjarifoeddin memburu para oposannya. Sukarno pinjamkan mobil dan beri sangu untuk menangkap Tan Malaka dan kawan-kawannya.
bg-gray.jpg
Tan Malaka tampil pertama kali untuk menghimpun kekuatan dalam Persatuan Perjuangan. Oposisi Tan Malaka berhasil menjatuhkan Kabinet Sutan Sjahrir, namun hanya kemenangan semu.
bg-gray.jpg
Sutan Sjahrir menemui Tan Malaka untuk bekerja sama. Namun, dua tokoh Minang ini tak sejalan dalam perjuangan. Sjahrir memilih diplomasi membuat Tan Malaka oposisi.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Ini tentang manusia mulai mengenal komik, superhero pertama dalam komik, tokoh pencipta Tintin, dan komik bertema kehidupan masyarakat Indonesia.
Ini tentang manusia mulai mengenal komik, superhero pertama dalam komik, tokoh pencipta Tintin, dan komik bertema kehidupan masyarakat Indonesia.
Tema budaya bahari dipilih untuk mengingatkan bangsa Indonesia sebagai negara kepulauan dan laut sebagai penghubungnya.
Tema budaya bahari dipilih untuk mengingatkan bangsa Indonesia sebagai negara kepulauan dan laut sebagai penghubungnya.
Percampuran banyak budaya di Kota Budapest akan dituangkan lewat pameran bersama antar dua negara.
Percampuran banyak budaya di Kota Budapest akan dituangkan lewat pameran bersama antar dua negara.
Buku ini hadir dengan membawa perspektif baru dalam memandang konflik Israel versus Palestina, yang selama ini nyaris terabaikan: sepakbola.
Buku ini hadir dengan membawa perspektif baru dalam memandang konflik Israel versus Palestina, yang selama ini nyaris terabaikan: sepakbola.
Gara-gara wasit telat datang, Italia gagal melakoni laga kualifikasi. Di laga persahabatan malah berakhir kacau. Italia gagal lolos Piala Dunia 1958 di Swedia.
Gara-gara wasit telat datang, Italia gagal melakoni laga kualifikasi. Di laga persahabatan malah berakhir kacau. Italia gagal lolos Piala Dunia 1958 di Swedia.
transparant.png
bottom of page