- 7 Apr 2021
- 5 menit membaca
Diperbarui: 29 Mei
BENDERA triwarna (biru-putih-merah) mendominasi pengerekan tiga bendera di atas podium Grand Prix Doha, Minggu, 4 April 2021 malam waktu setempat (Senin, 5 April WIB). Pemenang kelas MotoGP Fabio Quartararo berbagi kebanggaan dengan runner-up Johann Zarco. Keduanya menyunggingkan senyum lebar dan bersukacita kala lagu kebangsaan Prancis “La Marsellaise” berkumandang.
MotoGP seri kedua di Sirkuit Losail, Doha, Qatar akhir pekan lalu menghadirkan dua torehan sejarah. Pertama, di seri itulah terjadi persaingan paling ketat sepanjang sejarah MotoGP dalam satu balapan penuh. Terdapat 15 pembalap yang adu nyali dan strategi plus kekuatan motor pada barisan terdepan dari start hingga finish di bawah selisih waktu sembilan detik antara pembalap terdepan hingga pembalap ke-15. Kedua, kemunculan pertama dua pembalap Prancis di tangga podium sejak 1954, di mana kala itu Prancis diwakili Pierre Monneret dan Jacques Collot.
Quartararo, yang diusung tim Monster Energy Yamaha, mengerahkan semua kemampuannya untuk menang meski start di urutan kelima. Sementara Zarco, joki tim Pramac Ducati, puas finis di urutan kedua. Selain bangga bisa ikut mengulang sejarah, Zarco senang karena rekan setimnya asal Spanyol yang seorang debutan, Jorge Martín, merasakan podium pertamanya sebagai juara ketiga.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















