top of page

Fights for Oil in Jambi, Indonesia

Jambi, a major oil-producing region in Indonesia, proved difficult for the Dutch Parachute and Red Elephant units to capture.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Dutch troops during the occupation of Jambi. (Jambi Provincial Library and Archives Office)

  • 25 Mei
  • 6 menit membaca

CORNELIS Plaatzer was just 20 years old when he enlisted as a volunteer in the Royal Netherlands Army (Koninklijk Landmacht/KL) shortly after World War II. This young man from Putten, the Netherlands, was then sent to newly independent Indonesia to restore Dutch control, which had been lost following the defeat of Japan. The Netherlands had to wage war against Indonesia to reclaim the territory it once called the Dutch East Indies.


Cornelis Plaatzer arrived in Indonesia as part of Battalion 2 of the 9th Regiment of the KL. He was then selected for the Red Beret special forces paratroopers. By late 1948, he was stationed near Bandung, living in a military barracks. His unit was the paratrooper company of the Regiment Speciale Troepen (RST), and he was part of the parachute unit. On August 20, 1948, Cornelis, the son of Jan Plaatzer and Jannetje Kool, was temporarily promoted to corporal.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
KH Chalimi once led the Surabaya student movement opposing Suharto’s re-election as president. He was arrested and then detained at the notorious Kalisosok Prison.
bg-gray.jpg
Bukan tanpa alasan Ahmad Subardjo dijuluki “Sang Penjamin Kemerdekaan”. Namun, dia malah absen saat kemerdekaan diproklamasikan Sukarno.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first steps in Batavia led her into the arena of the national movement.
bg-gray.jpg
Setelah kembali ke Indonesia, Ahmad Subardjo menjadi pengacara yang diawasi ketat oleh pemerintah kolonial Belanda. Menepi dari aktivitas politik, Subardjo pergi ke Jepang.
Penutup kepala yang sekaligus menunjang penampilan dan gaya.
Penutup kepala yang sekaligus menunjang penampilan dan gaya.
Nani Wijaya menari sejak SD, tampil di Istana Negara dan mancanegara. Mulai main film ketika duduk di bangku SMP.
Nani Wijaya menari sejak SD, tampil di Istana Negara dan mancanegara. Mulai main film ketika duduk di bangku SMP.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Buku kecil. Merah dan pedas. Mengajukan cara pandang lain terhadap sejarah di Indonesia.
Buku kecil. Merah dan pedas. Mengajukan cara pandang lain terhadap sejarah di Indonesia.
Ada banyak cara memecahkan masalah kepadatan lalu-lintas ibukota. Salah satunya dengan menebeng.
Ada banyak cara memecahkan masalah kepadatan lalu-lintas ibukota. Salah satunya dengan menebeng.
transparant.png
bottom of page