- 1 hari yang lalu
- 12 menit membaca
Diperbarui: 14 menit yang lalu
AHMAD Subardjo baru beberapa jam tidur ketika dua pemuda utusan Barisan Pelopor menyambangi rumahnya di Cikini, Jakarta beberapa menit jelang pukul 10 pagi Jumat, 17 Agustus 1945. Kedua pemuda itu mengaku datang diutus Sukarno.
Subardjo amat lelah, fisik maupun mental, pagi itu. Selain hampir kepala lima usianya, selama beberapa hari sebelumnya dia super sibuk. Namun, karena Sukarno yang memanggil, keluarganya pun membangunkan Subardjo.
Di hadapan Subardjo, dua pemuda tadi memintanya untuk datang ke kediaman Sukarno di Jalan Pegangsaan Timur (kini, Jalan Proklamasi). Sebab, teks proklamasi kemerdekaan sudah akan dibacakan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















