top of page

Mengungkap Populasi Masyarakat Kuno dari Ekstrak Tinja

Tingkat dan perubahan populasi permukiman kuno bisa diteliti lewat ekstrak tinja manusia dan hewan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Peradaban Inca di Peru. (Ilustrasi/Wikipedia).

18 Jul 2021
4 menit membaca

Diperbarui: 17 Feb

KOTORAN manusia dari zaman kuno rupanya bisa menjadi data penting untuk mengetahui tingkat populasi masyarakat di situs permukiman kuno. Metode analisis yang relatif baru ini dilakukan dengan mengekstrak stanol atau molekul organik dalam kotoran manusia dan hewan yang terawetkan dalam lapisan sedimen di bawah danau dan sungai selama ribuan tahun.  


Konsentrasi stanol dari waktu ke waktu akan membentuk lapisan sedimen. Dari sinilah petunjuk perubahan populasi bisa terlihat, didukung pula oleh temuan data arkeologis.  Sejauh ini stanol telah terbukti menjadi indikator akurat tentang berapa banyak orang yang tinggal di suatu tempat pada masa tertentu. Bahkan data yang diungkap stanol bisa menunjukkan tingkat populasi yang sebelumnya tak terbaca data arkeologi.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.
bg-gray.jpg
Bersama Henk Sneevliet, Adolf Baars mempelopori komunisme di Indonesia. Takdir keduanya setali tiga uang, berakhir tragis di tangan Nazi.
bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
Sejarawan Sri Margana menyoroti klaim-klaim kontradiktif hingga lemahnya kronologi dan paradigma. Prof. Asvi Warman Adam mempersoalkan upaya legitimasi terhadap Orde Baru.
Sejarawan Sri Margana menyoroti klaim-klaim kontradiktif hingga lemahnya kronologi dan paradigma. Prof. Asvi Warman Adam mempersoalkan upaya legitimasi terhadap Orde Baru.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
Penelitian Belanda dan berbagai kasus gugatan pengadilan yang melibatkan mereka.
Penelitian Belanda dan berbagai kasus gugatan pengadilan yang melibatkan mereka.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Pemahaman secara mendalam dan berimbang terhadap peristiwa pada kurun 1959-1969 syarat menuju rekonsiliasi.
Pemahaman secara mendalam dan berimbang terhadap peristiwa pada kurun 1959-1969 syarat menuju rekonsiliasi.
transparant.png
bottom of page