top of page

Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Murka karena utusannya dibantai dengan bengis, Sultan Mehmed II membalas dengan kekuatan penuh. Walau berhasil kabur, nasib Vlad Dracula berakhir tragis.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sosok "Fatih" Sultan Mehmed II yang digambarkan dalam dokudrama "Mehmed vs. Vlad" (Netflix)

25 Feb
5 menit membaca

Diperbarui: 5 Mar

TANPA pelindung kepala dan pengawalan ketat para pengawalnya, Sultan Mehmed II (diperankan Cem Yiğit Üzümoğlu) turun dari atas kuda putihnya. Matanya begitu awas bergerak ke segala arah.


Sebaliknya, sang musuh Vlad Dracula (Daniel Nuță) bersama para pengawalnya masih belum terlihat meski diketahui Mehmed II. Mereka bersembunyi di hutan-hutan di atas bukit.


“Sekarang kau bersembunyi di hutan, seperti kau berlindung di bawah rok raja Hungaria bertahun-tahun! Kau tak lagi melawan perempuan dan anak-anak tak berdaya! Keluarlah dan akhiri apa yang telah kau mulai! Kau bahkan lebih pengecut dari ayahmu yang lemah. Dengarkan aku, Vlad Dracula! Fatih Sultan Mehmed akan datang untukmu!” seru Mehmed yang kesal pasukan terdepannya dikalahkan dengan taktik gerilya Vlad Dracula.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page