top of page

Biarkan Batin Melayang

Zaman berubah. Kekuasaan berganti. Namun, S.K. Trimurti mampu melewatinya tanpa membuatnya tersingkir dari sejarah.

loading_historia_white.gif
transparant.png

S.K. Trimurti (kiri) dalam rapat panitia peringatan hari lahir Pancasila di ruang patriot Yayasan Idayu, 31 Mei 1977. (Perpusnas RI).

  • 18 Des 2025
  • 6 menit membaca

Diperbarui: 11 Mei

SUATU sore, karena keasyikan bermain petak umpet, S.K. Trimurti kecil pulang begitu malam tiba. Dia berjalan sendirian melalui lorong-lorong kecil dengan pepohonan besar di kiri-kanan jalan. Tiba-tiba terdengar sesuatu jatuh berdebam. Dia kira buah nangka. Ternyata, sosok hitam kecil yang makin lama makin besar hingga setinggi pohon nangka. Dia lari sekuat tenaga.


Ketika membantu ibunya membatik, Trimurti menceritakan pengalaman aneh itu. Saparinten, sang ibu, menjawab: “Itu memang suatu kemampuan yang hanya dimiliki almarhum kakekmu. Ternyata, kemampuan melihat badan halus itu diturunkan kepadamu.”


Sejak itu, Trimurti percaya akan kekuatan makhluk halus. Keyakinan itu mendorong minatnya pada soal-soal kebatinan. Minatnya mengendap lama karena kesibukannya dalam politik. Baru pada 1958, dia bisa meluangkan waktu untuk mendalami kebatinan. Dia mengikuti kursus tertulis di Akademi Metafisika Surakarta di bawah pimpinan Dr. R. Parjana Surjadiputra, seorang dokter dan direktur Rumah Sakit Umum Semarang yang juga tokoh aliran kebatinan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
transparant.png
bottom of page