top of page

Istilah “Bersiap” yang Problematik

Ada problem apa di balik istilah "bersiap" yang lebih banyak dikenal oleh orang Belanda ketimbang orang Indonesia?

loading_historia_white.gif
transparant.png

Orang-orang Belanda di Kamp Cideng, Batavia, akhir 1945. (Beeldbank WO2/NIOD).

12 Jan 2022
5 menit membaca

Diperbarui: 17 Apr

KETIKA Jepang kalah perang pada 15 Agustus 1945 dan kemerdekaan Indonesia diproklamasikan oleh Sukarno dan Mohammad Hatta pada 17 Agustus 1945, Elien Utrecht, seorang gadis Belanda kelahiran Hindia Belanda tahun 1921, berjalan keluar dari kamp di Semarang bersama ibunya. Beberapa orang Indonesia menyapa secara ramah, namun Elien merasa bingung dengan banyaknya orang Indonesia yang meneriakkan sebuah kata yang tak bisa dia pahami apa artinya. “Mereka memekkikkan kata ‘Merdeka’. Aku tak mengenal kata itu, dan aku pun tidak segera mengerti artinya,” ujar Elien dalam memoarnya Melintasi Dua Jaman.


Elien satu dari sekian banyak orang Belanda yang ditahan ketika Jepang menduduki Indonesia. Deskripsinya mengenai situasi di luar kamp tahanan menunjukkan kesan betapa berjaraknya orang Belanda dengan gerakan politik kebangsaan Indonesia yang telah tumbuh sejak era 1920-an. Butuh waktu lama baginya untuk memahami apa kata “merdeka” yang sejatinya telah tumbuh menguat di dalam dada setiap orang Indonesia dua dekade sebelum Perang Dunia kedua meletus.


Dalam memoarnya, Elien juga mengenang peristiwa kekerasan yang menimpa orang-orang Belanda yang baru saja bebas dari kamp tahanan Jepang. Mereka menjadi sasaran kemarahan orang-orang Indonesia yang dibakar semangat kemerdekaan. Orang Belanda yang mengalami masa-masa tersebut di Indonesia menyebutnya sebagai periode “bersiap”. Sebuah zaman saat orang Indonesia menjadi kalap dan akan menyerang warga kulit putih, Indo, Tionghoa, Ambon atau siapa pun yang mereka nilai sebagai kolaborator kolonial. Benarkah demikian?

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
Sebagaimana Premier League, Serie A, dan NBA, akhirnya F1 juga membatalkan ajang balapannya. Menghindari pengalaman enam dekade lampau.
Sebagaimana Premier League, Serie A, dan NBA, akhirnya F1 juga membatalkan ajang balapannya. Menghindari pengalaman enam dekade lampau.
Sejak awal diselenggarakan, pesta rakyat tahunan ini tetap mempertahankan fondasi utamanya.
Sejak awal diselenggarakan, pesta rakyat tahunan ini tetap mempertahankan fondasi utamanya.
Tak dikaruniai anak, perempuan ini menanam pohon hingga hampir 70 tahun. Mengubah empat kilometer jalan gersang menjadi teduh.
Tak dikaruniai anak, perempuan ini menanam pohon hingga hampir 70 tahun. Mengubah empat kilometer jalan gersang menjadi teduh.
Wangi Camelia mengundang selera untuk meminumnya.
Wangi Camelia mengundang selera untuk meminumnya.
Perayaan Imlek sempat dilarang pada zaman Belanda dan Orde Baru. Kini dirayakan dengan semarak.
Perayaan Imlek sempat dilarang pada zaman Belanda dan Orde Baru. Kini dirayakan dengan semarak.
Bukan kali ini saja pandemi mengganggu ibadah haji. Bahkan, pada masa lalu haji dianggap membahayakan.
Bukan kali ini saja pandemi mengganggu ibadah haji. Bahkan, pada masa lalu haji dianggap membahayakan.
transparant.png
bottom of page