top of page

Kenapa Kata “Bersiap” Memancing Amarah Besar?

Ribut-ribut tentang satu pameran di Rijksmuseum bersumber dari salah paham tentang para korban revolusi Indonesia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Perempuan dan anak-anak Belanda dalam kamp interniran di Cideng, Batavia, akhir 1945. (Beeldbank WO2/NIOD).

31 Jan 2022
3 menit membaca

Diperbarui: 22 Jul

BULAN depan dibuka pameran Revolusi! Indonesië onafhankelijk (Revolusi! Indonesia Merdeka). Sebelum itu sudah muncul ribut-ribut besar ketika Rijksmuseum mengumumkan menghindari istilah “bersiap”. Di Belanda, kata “bersiap”, menurut kurator Indonesia Bonnie Triyana, hanya dikait-kaitkan dengan kekerasan ekstrem yang dilakukan oleh kalangan muda revolusioner Indonesia dan bernuansa rasisitis.


Pernyataan ini ditanggapi dengan amarah protes oleh wakil kalangan Indo (berdarah campur Indonesia Belanda) di Belanda. Mereka merasa dipojokkan sebagai kalangan rasis dan merasa bahwa penderitaan yang mereka alami telah digelapkan. Penggelapan ini tidak dilakukan oleh Rijksmuseum. Masalahnya, istilah “bersiap” membangkitkan kesan yang tidak tepat bahwa kekerasan pada awal revolusi Indonesia hanya diarahkan terhadap kalangan Indo dan Eropa.


Secara ringkas rangkaian peristiwa waktu itu begini: pada bulan September 1945 terjadi vakum kekuasaan di Jawa. Pasukan pendudukan Jepang mundur, pasukan Inggris pertama mulai mendarat, dan Republik yang baru diproklamasikan nyaris tidak punya waktu untuk membentuk pemerintahan dan pasukan sendiri. Kalangan revolusioner muda memanfaatkan kesempatan ini untuk memulai revolusi mereka sendiri di Jawa dan Sumatra.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Buku ini hadir dengan membawa perspektif baru dalam memandang konflik Israel versus Palestina, yang selama ini nyaris terabaikan: sepakbola.
Buku ini hadir dengan membawa perspektif baru dalam memandang konflik Israel versus Palestina, yang selama ini nyaris terabaikan: sepakbola.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Cerita lama tentang feodalisme, priayi intelek dan misteri raibnya sebuah patung.
Cerita lama tentang feodalisme, priayi intelek dan misteri raibnya sebuah patung.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Gara-gara wasit telat datang, Italia gagal melakoni laga kualifikasi. Di laga persahabatan malah berakhir kacau. Italia gagal lolos Piala Dunia 1958 di Swedia.
Gara-gara wasit telat datang, Italia gagal melakoni laga kualifikasi. Di laga persahabatan malah berakhir kacau. Italia gagal lolos Piala Dunia 1958 di Swedia.
Idris Sardi tak hanya lihai menggesek biola. Dia juga tukang cerita.
Idris Sardi tak hanya lihai menggesek biola. Dia juga tukang cerita.
transparant.png
bottom of page