top of page

Kisah Horor Tambang Batubara Loa Kulu

Seratusan pekerja tambang dibunuh dan dimasukkan ke lubang oleh Jepang. Sisanya hidup dalam kelaparan dan penyakit.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Tentara Jepang. (Repro The Operations of the Navy in the Dutch East Indies and the Bay of Bengal).

3 Jun
3 menit membaca

SETELAH tentara Jepang memasuki daerah sekitar Sungai Mahakam, arus lalu lintas kapal niaga berkurang. Setidaknya kapal-kapal pengangkut batubara tak lewat lagi. Sebelum 1942, arus kapal yang melintas lima kali lebih banyak dibanding pada zaman Jepang. Penguasa Jepang membatasi pelayaran di pesisir Kalimantan dan sekitarnya.

 

Ekonomi di sana memburuk setelah Maret 1942. Perdagangan antar-daerah menjadi sepi. Pertanian padi di sekitar Loa Kulu, hulu sungai Mahakam (sekarang Kabupaten Kutai Kartanegara) tidaklah bisa diharapkan untuk mencukupi semua perut warga daerah itu. Tanpa beras, rakyat Loa Kulu terancam kelaparan di zaman pendudukan Jepang.


Menurut Het Dagblad, 1 Oktober 1946, daerah tersebut bergantung pangan dari luar. Daerah ini sangat bergantung pada beras dari Sulawesi Utara maupun Sulawesi Selatan. Selain dengan uang, dulunya beras sering ditukar dengan rotan, damar, dan lilin lebah yang dikirim ke Jawa, ikan asin, kayu dan lain-lain.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page