- 26 Jun 2019
- 3 menit membaca
Diperbarui: 3 Jun
SENJA baru saja jatuh di Stasiun Lampegan, Cianjur ketika sebuah lokomotif yang membawa 4 rangkaian gerbong keluar dari mulut terowongan Lampegan. Bak ular besi raksasa, rangkaiannya meliuk-liuk. Sesekali suara klakson berbunyi nyaring, mengingatkan orang-orang yang terlihat masih santai melewati rel di pintu perlintasan.
“Awas! Awas kereta api lewat! Kereta api lewat!” teriak penjaga pintu perlintasan.
Lampegan merupakan salah satu perlintasan kereta api tertua di tanah Jawa. Dibuat sekitar tahun 1879, mengacu pada angka yang tertera di atas pintu terowongan sepanjang 415 meter tersebut. Proses pembangunannya sempat menemui kesulitan karena harus menembus Gunung Kancana. Namun, setelah bagian tengah bukit besar itu diledakkan dengan dinamit, pembangunan berjalan lancar.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















