- 13 Jul 2025
- 4 menit membaca
Diperbarui: 18 Jun
SEBUAH pesta pernikahan diadakan di sebuah rumah di Sidoarjo, Jawa Timur pada 26 Juli 1938. Pasangan yang menikah adalah Emilie Stekkinger dengan Frans Albert Meeng. Emilie merupakan perempuan berparas Indo-Belanda kelahiran Blitar tahun 1911 yang disapa Miel. Pasangannya, Frans Meeng, seorang pemuda kelahiran Palembang tahun 1910 yang disapa Frans. Keduanya, sebut Avond Post tanggal 31 Desember 1937, bertunangan di akhir tahun 1937.
Miel dan Frans akhirnya bisa berbahagia di hari bersejarah itu. Pasalnya, ada saja hambatan yang merintangi sebelum pesta pernikahan mereka berlangsung. Birokrasi pernikahan mereka yang tak tepat waktu membuat ayah Miel harus berada di tempat lain saat pesta dihelat. Belum lagi, mobil untuk mereka juga tak tersedia. Frans sendiri harus dagdigdug karena kereta api yang akan ditumpanginya untuk membawanya ke Surabaya tertahan satu jam di Stasiun Gambir, Batavia.
Ketika tertahan di Gambir, Frans tetap tak bisa mundur dari pernikahannya di Sidoarjo. Sebab, koran Soerabaijasch Handelsblad tanggal 25 Juli 1938 sudah mengabarkan rencana pernikahan itu tepat sehari sebelum pernikahannya akan dilaksanakan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















