LAPANGAN terbang Mapanget (kini Bandar Udara Sam Ratulangi) geger pada 28 Maret 1951. Walikota Manado Augustine Magdalena (AM) Waworuntu yang akan bertolak ke Jakarta, ditangkap di bandara itu oleh Letnan Dua Saraun. Penangkapan itu tak hanya membuat geger seisi bandara, pun seantero Manado, bahkan membuat gaduh pusat.
Magdalena Waworuntu, yang akrab disapa Tiene, merupakan walikota Manado perempuan pertama. Ia juga merupakan walikota Republik Indonesia pertama pasca-perang yang dipilih lewat pemilihan umum. Tiene terpilih pasca-dibubarkannya Republik Indonesia Serikat (RIS) –sebelumnya, seluruh Indonesia Timur masuk ke dalam pemerintahan federal bentukan Belanda.
Permata Minahasa
Tiene, yang lahir pada 4 Juni 1899, merupakan putri mantan anggota Volksraad bernama Albertus Lasut Waworuntu. Kakeknya, Albertus Bernardus Waworuntu, pernah menjadi kepala Kejaksaan Manado pada 1856-1861 dan Mayor (kepala masyarakat berdasarkan etnis) untuk wilayah Sonder.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












