top of page

Imigran Penentu Standar Musik Dunia

Anak desa yang minggat ke negeri orang dan mencatatkan diri dalam sejarah musik dunia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Henry Engelhard Steinway. (Wikimedia Commons).

10 Des 2011
3 menit membaca

Diperbarui: 15 Feb

BARANGKALI tak banyak orang yang bisa membayangkan kehidupan Heinrich Engelhard Steinweg. Lahir pada 15 Februari 1797, di tengah sebuah keluarga besar yang bahagia di desa Wofshagen, Jerman. Saban hari keluarganya memetik sayuran dari ladang sendiri, dan sungai yang mengalir dari pegunungan menyediakan ikan-ikan segar. Namun pada usia 15 tahun Heinrich telah menjadi yatim piatu. Ia juga kehilangan beberapa saudaranya dalam perang melawan Napoleon.


Heinrich sendiri kemudian bergabung dengan militer, dan ditugasi menjadi peniup terompet. Seperti dicatat Alan C. Elliott dalam A Daily Dose of the American Dream: Stories of Success, Triumph, and Inspiration, meski tak punya pendidikan musik formal, Heinrich ternyata punya bakat alami dalam musik. Ia kerap menghibur para tentara dengan permainan sitar dan pianonya. Namun pada 1822 ia memutuskan untuk berhenti sebagai tentara dan melanjutkan hidupnya sebagai tukang kayu. Dari sinilah ia mulai belajar membuat berbagai alat musik di ruangan dapur rumahnya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Mayoritas museum di Indonesia masih menampilkan sisi rekreasi.
Mayoritas museum di Indonesia masih menampilkan sisi rekreasi.
Nusantara memiliki pencapaian kebudayaan paling awal di banding negara lain, dari angka nol hingga tempat belajar bahasa Sanskerta.
Nusantara memiliki pencapaian kebudayaan paling awal di banding negara lain, dari angka nol hingga tempat belajar bahasa Sanskerta.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
 Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
transparant.png
bottom of page