top of page

Rasuna Said, Perempuan Minang yang Ditakuti Belanda

Bagi rakyat Minang, H.R. Rasuna Said adalah perempuan baja yang menggelorakan semangat perjuangan melawan Belanda.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi H.R. Rasuna Said (Betaria Sarulina/Historia.ID)

26 Okt 2020
4 menit membaca

Diperbarui: 14 Sep

SEPERTINYA tidaklah berlebihan jika menyebut Sumatera sebagai ranah pergerakan Indonesia. Pulau terbesar ke-6 di dunia itu tercatat telah melahirkan begitu banyak tokoh pejuang. Sebut saja Mohammad Hatta, Sisingamangaraja, Agus Salim, Tan Malaka, Mohammad Natsir, Sutan Sjahrir, Cut Nyak Dien, dan masih banyak lagi. Tanah yang dihuni oleh beragam suku itu memang tidak pernah kehabisan orang-orang besar. Dari sana jugalah peristiwa-peristiwa penting tercipta.


Nama Tjoet Nyak Dhien tercatat di dalam sejarah bangsa ini sebagai salah satu pejuang besar dari kalangan perempuan. Namun Cut Nyak Dien bukan satu-satunya pejuang perempuan dari Sumatera. Tersebutlah Rasuna Said, perempuan Minang yang kini namanya diabadikan sebagai salah satu nama jalan protokol di Jakarta.


Hajjah Rangkayo Rasuna Said lahir pada 14 September 1910 di Desa Panyinggahan, Maninjau, Agam, Sumatera Barat. Ia berasal dari keluarga terpandang di Maninjau. Ayahnya, Haji Muhammad Said, merupakan salah seorang tokoh pergerakan di Sumatera Barat. Haji Said juga dikenal sebagai seorang pengusaha sukses.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Mengapa dosen UI rumahnya di Ciputat, sementara kampusnya di Depok? Begini ceritanya.
bg-gray.jpg
Proyek beras sintetis Tekad menjadi skandal korupsi pada awal pemerintahan Soeharto. Dua pengusaha ditangkap di Jepang.
bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
transparant.png
bottom of page