Diperbarui: 3 hari yang lalu
SEJAK pertengahan abad ke-19 hingga permulaan abad ke-20, perlawanan rakyat Sumatera terhadap kolonialisme semakin masif dilakukan. Mereka semakin gencar menyuarakan ketidaksenangannya terhadap cara-cara para pejabat Hindia Belanda menjalankan pemerintahan.
Ketidakadilan yang diperlihatkan pemerintah Hindia Belanda telah menyulut kemarahan rakyat di sepanjang Sumatera. Seperti Perang Padri di Sumatera Barat, Perang Aceh, Perlawanan di Sumatera Utara, hingga Pemberontakan Pajak. Api perjuangan pun sejak saat itu tidak pernah mampu lagi dipadamkan.
Mengikuti jejak para pendahulunya, Haji Rangkyo Rasuna Said berusaha tetap menjaga gelora perlawanan di Ranah Minang. Ia sedikitpun tidak berkompromi dengan segala bentuk kolonialisme pemerintah Hindia Belanda di tanah kelahirannya itu. Meski cara-cara yang ia lakukan kerap kali membawa malapetaka kepadanya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












