top of page

Rasuna Said versus Pemerintah Hindia Belanda

Kemampuan pidato yang membakar semangat rakyat membuat H.R. Rasuna Said ditakuti pemerintah kolonial. Setelah ditahan dan diasingkan, dia kembali ke panggung perjuangan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

H.R. Rasuna Said sebagai anggota Parlemen berpidato di Surabaya menceritakan pengalamannya mengikuti Konferensi Perdamaian Seluruh Asia tahun 1952. (ANRI).

26 Okt 2020
4 menit membaca

Diperbarui: 14 Sep

SEJAK pertengahan abad ke-19 hingga permulaan abad ke-20, perlawanan rakyat Sumatera terhadap kolonialisme semakin masif dilakukan. Mereka semakin gencar menyuarakan ketidaksenangannya terhadap cara-cara para pejabat Hindia Belanda menjalankan pemerintahan.


Ketidakadilan yang diperlihatkan pemerintah Hindia Belanda telah menyulut kemarahan rakyat di sepanjang Sumatera. Seperti Perang Padri di Sumatera Barat, Perang Aceh, Perlawanan di Sumatera Utara, hingga Pemberontakan Pajak. Api perjuangan pun sejak saat itu tidak pernah mampu lagi dipadamkan.


Mengikuti jejak para pendahulunya, Haji Rangkyo Rasuna Said berusaha tetap menjaga gelora perlawanan di Ranah Minang. Ia sedikitpun tidak berkompromi dengan segala bentuk kolonialisme pemerintah Hindia Belanda di tanah kelahirannya itu. Meski cara-cara yang ia lakukan kerap kali membawa malapetaka kepadanya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Mengapa dosen UI rumahnya di Ciputat, sementara kampusnya di Depok? Begini ceritanya.
bg-gray.jpg
Proyek beras sintetis Tekad menjadi skandal korupsi pada awal pemerintahan Soeharto. Dua pengusaha ditangkap di Jepang.
bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
transparant.png
bottom of page