top of page

Sudiro Muda Antara Belajar, Berorganisasi, dan Berdarmabakti

Selain jago catur, Sudiro muda mengisi hari-harinya semasa sekolah dengan aktif dalam pergerakan Jong Java dan kepanduan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

R. Sudiro Hardjodisastro setelah lulus dari HKS sekitar tahun 1931 . (Repro Sudiro: Pejuang Tanpa Henti).

9 Jun
8 menit membaca

SEKIRA sebulan setelah proklamator Mohammad Hatta pergi ke alam keabadian, pikiran R. Sudiro Hardjodisastro mengawang ke masa lalu tatkala diminta salah satu putri Bung Hatta, Meutia Farida Hatta, untuk turut menulis ingatannya tentang Bung Hatta buat sebuah buku kenang-kenangan. Pikirannya “mengembara” ke masa tatkala Sudiro sebagai pelajar pertamakali mendengar nama dan kiprah Bung Hatta.


Bukan semata lantaran Sudiro kenal lama dengan Bung Hatta. Permintaan juga datang dari fakta Sudiro merupakan bagian dari keluarga besar Bung Hatta berkat perkawinan Sri Edi Swasono dengan Meutia Hatta pada 1973. Sri Edi merupakan adik sepupu Sudiro, mengingat ayah Sri Edi, yakni Moenadji Soerohadikoesoemo, terhitung paman bagi Sudiro.


Ingatan Sudiro tentang Bung Hatta sendiri dikisahkannya dalam kumpulan karangannya yang dibukukan berjudul Pelangi Kehidupan. Nama Bung Hatta, kisahnya, pertama didengarnya tatkala Hatta dipenjara di Belanda. Ia mengetahuinya bukan hanya dari media massa namun juga dari kawan-kawannya sesama pelajar di sekolah menengah keguruan Hogere Kweekschool (HKS) dan organisasi Jong Java.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page