- 2 hari yang lalu
- 3 menit membaca
GAJAH memiliki peran penting dalam budaya masyarakat Thailand. Hewan ini dihargai karena ketahanan dan kekuatannya, sehingga kerap diterjunkan dalam pertempuran. Ketika itu, raja sering menunggangi gajah ke medan perang. Semakin banyak gajah yang dimiliki seorang raja, maka semakin besar pula kekuasaannya. Di antara berbagai jenis gajah, gajah putih berada di tingkat paling tinggi.
Menurut Dacota Shell dan Meg Villalobos dalam “Elephants”, termuat di May Term Thailand, gajah putih tidak hanya dianggap sebagai simbol kerajaan di Thailand, tetapi juga simbol suci dalam agama Buddha dan Hindu. Begitu dihormati membuat semua gajah putih dianggap milik raja dan jumlah gajah putih yang dimiliki raja menentukan kekuasaan dan statusnya. Selain itu, gajah putih dipercaya sebagai pembawa keberuntungan bagi kesejahteraan dan kemakmuran negara.
Peran gajah dalam budaya Thailand berkaitan dengan sejarah Kerajaan Ayutthaya. Borommatrailokkanat atau Trailok, raja agung Ayutthaya yang memerintah tahun 1448–1488, dikenal sebagai raja pertama yang memiliki gajah putih. Namun, keberadaan hewan sakral ini dalam cerita kerajaan kerap dikaitkan dengan Raja Maha Chakkraphat yang dikenal sebagai Raja Gajah Putih. Raja Ayutthaya yang berkuasa dua periode (1548–1564 dan 1568–1569) itu memiliki tujuh gajah putih yang dianggap sebagai pembawa nasib baik dan pelindung dari hal-hal buruk di masa pemerintahannya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















