- Amanda Rachmadita
- 25 Jul 2025
- 5 menit membaca
PADA masa VOC, ada istilah zielverkoopers atau penjual jiwa, yaitu orang-orang yang menipu para pemuda dengan iming-iming kekayaan agar tertarik bekerja untuk Kompeni di Hindia Timur. Istilah ini juga digunakan sebagai sebutan bagi gajah jinak yang diberikan tugas khusus demi kepentingan VOC.
Arsiparis Belanda, Frederik De Haan, mencatat dalam Oud Batavia Volume 1, sebutan zielverkoopers atau penjual jiwa diberikan kepada gajah-gajah jinak milik VOC di wilayah Ceylon (kini Sri Lanka) karena mereka ditugaskan untuk membantu menangkap kawananannya sendiri yang masih hidup di alam liar.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












