top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Ziarah Sejarah ke Petamburan (1)

Dari pelatih sepakbola Timnas Indonesia Toni Pogacnik hingga pembalap Hengky Iriawan. Sejumlah pahlawan olahraga yang mewarnai sejarah Indonesia dimakamkan di TPU Petamburan.

3 Des 2025

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Ilustrasi TPU Petamburan. (M.A. Yusuf/Historia.ID).

  • 3 Des 2025
  • 9 menit membaca

Diperbarui: 2 Mar

TAMAN Pemakaman Umum (TPU) Petamburan di Jakarta Pusat punya keunikan. Meski berstatus pemakaman umum, TPU Petamburan diperuntukkan bagi warga Jakarta yang beragama non-Muslim. Tak heran, di pekuburan sejak zaman kolonial ini banyak orang bukan pribumi yang dimakamkan di Petamburan.


Mulai dari warga Tionghoa, Jepang, hingga Eropa, termasuk makam orang Yahudi, memiliki blok pemakamannya masing-masing. Di sini pula terdapat mausoleum –bangunan pelindung makam– termegah di Asia Tenggara. Mausoleum itu tempat dimakamkannya Oen Giok Khow, seorang tuan tanah kaya di Batavia.

 

Oen Giok Khouw meninggal di Swiss pada 1927. Abu jenazahnya dikirim ke Batavia untuk dimakamkan di Petamburan. Istrinya membangun mausoleum bagi Khow sebagai wujud cinta dan penghargaan kepada suaminya. Pembangunan mausoleum rampung pada 1931 dan memakan biaya 500.000 gulden. Mausoleum ini menjadi daya tarik tersendiri di TPU Petamburan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
bottom of page