- 3 Des 2025
- 9 menit membaca
Diperbarui: 2 Mar
TAMAN Pemakaman Umum (TPU) Petamburan di Jakarta Pusat punya keunikan. Meski berstatus pemakaman umum, TPU Petamburan diperuntukkan bagi warga Jakarta yang beragama non-Muslim. Tak heran, di pekuburan sejak zaman kolonial ini banyak orang bukan pribumi yang dimakamkan di Petamburan.
Mulai dari warga Tionghoa, Jepang, hingga Eropa, termasuk makam orang Yahudi, memiliki blok pemakamannya masing-masing. Di sini pula terdapat mausoleum –bangunan pelindung makam– termegah di Asia Tenggara. Mausoleum itu tempat dimakamkannya Oen Giok Khow, seorang tuan tanah kaya di Batavia.
Oen Giok Khouw meninggal di Swiss pada 1927. Abu jenazahnya dikirim ke Batavia untuk dimakamkan di Petamburan. Istrinya membangun mausoleum bagi Khow sebagai wujud cinta dan penghargaan kepada suaminya. Pembangunan mausoleum rampung pada 1931 dan memakan biaya 500.000 gulden. Mausoleum ini menjadi daya tarik tersendiri di TPU Petamburan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












