top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Sutan Sjahrir Bergerak di Bawah Tanah Menjelang Kemerdekaan

Sutan Sjahrir menolak bekerja sama dengan Jepang dan bergerak di bawah tanah untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Melalui radio rahasia, Sjahrir mengetahui kekalahan Jepang.

15 Agu 2025

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Sutan Sjahrir. (ANRI).

  • 15 Agu 2025
  • 4 menit membaca

PERLAWANAN politik terhadap Jepang mulai bergejolak setidaknya pada akhir tahun 1944, saat Perdana Menteri Kuniaki Koiso mengucapkan janjinya di hadapan sidang Parlemen Kerajaan ke-85 tanggal 7 September 1944. Dalam pertemuan tersebut, ia menyatakan bahwa “Hindia Timur” akan diberikan kemerdekaannya “di kemudian hari”.


Perlawanan terbuka terhadap Jepang mendapat hukuman kejam. Oleh karena itu, para pemuda dan tokoh-tokoh nasionalis non-kolaborator seperti Sutan Sjahrir mengambil langkah berjuang melalui gerakan bawah tanah.


“Sjahrir termasuk di antara sedikit politisi sebelum perang yang menolak ambil bagian dalam pemerintahan selama pendudukan Jepang. [...] Karena sangat mecemaskan pengaruh indoktrinasi Jepang terhadap pemuda Indonesia, dengan sendirinya ia menemukan hubungan-hubungan dengan para mahasiswa Fakultas Kedokteran yang paling sedikit terdampak oleh indoktrinasi itu,” tulis Benedict Anderson dalam Revoloesi Pemoeda: Pendudukan Jepang dan Perlawanan di Jawa 1944-1946.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
bottom of page