top of page

Demam Telenovela di Indonesia

Bermula dari sandiwara radio di Kuba, revolusi membuka jalan alih wahana radionovela menjadi telenovela. Sinema Amerika Latin ini menyebar ke berbagai negara termasuk membanjiri layar kaca Indonesia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi telenovela oleh M.A. Yusuf/Historia.ID.

  • 31 Jan
  • 10 menit membaca

Diperbarui: 5 Feb

ADA satu masa ketika lagu-lagu original soundtrack Amerika Latin begitu digandrungi di Indonesia. Anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah pun ikutan mendendangkan potongan liriknya. Generasi pada zaman itu tentu masih ingat dengan intro dan penggalan lagu ini.


Marimar... (diikuti teriakan) Aww! Costenita soy.

(Marimar... Aww! Aku gadis pesisir pantai).


Atau,


Ay, amor, ay, amor, aquí está tu Rosalinda/ Rosalinda ay amor... ay amor!

(Oh sayang, oh sayang inilah Rosalinda-mu/ Rosalinda oh sayang... oh sayang!)


Marimar dan Rosalinda adalah dua judul serial telenovela yang dibintangi artis dan penyanyi asal Meksiko Thalia Sodi Miranda. Kedua telenovela ini diproduksi oleh Televisa, rumah produksi telenovela Meksiko. Marimar tayang pada 1994 sedangkan Rosalinda pada 1999. Thalia lebih dulu membintangi serial Maria Mercedes, juga produksi Televisa, yang tayang pada 1992. Ketika Maria Mercedes, Marimar, dan Rosalinda tayang di Indonesia pada pertengahan 1990-an, pesona Thalia begitu memikat penonton Indonesia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo bersama rekan-rekan seperjuangan sebangsa maupun lintas bangsa menggalang perlawanan di Eropa, tempat bercokolnya para kolonialis.
bg-gray.jpg
Getol berorganisasi ketimbang kuliah, Ahmad Subardjo mengubah haluan Perhimpunan Indonesia. Menggagas lambang sampai bikin kopiah untuk identitas nasional.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah dituduh pro-Amerika gara-gara meloloskan flm Hollywood.
bg-gray.jpg
Presiden Sukarno menggagas program transmigrasi Djajaloka untuk menyejahterakan eks pejuang Perang Kemerdekaan. Gejolak politik dan transisi kekuasaan menjadikannya melenceng dari tujuan awal.
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Selalu ada cerita di balik kemunculan maskot. Termasuk pada Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.
Selalu ada cerita di balik kemunculan maskot. Termasuk pada Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.
Mayoritas museum di Indonesia masih menampilkan sisi rekreasi.
Mayoritas museum di Indonesia masih menampilkan sisi rekreasi.
Pemuda harus dilatih disiplin melalui olahraga agar negara hebat, dihormati, dan ditakuti, kata Mussolini.
Pemuda harus dilatih disiplin melalui olahraga agar negara hebat, dihormati, dan ditakuti, kata Mussolini.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Mulai dari nilai estetis hingga ekologis, taman-taman berdiri di berbagai belahan bumi; menghiasi babakan-babakan peradaban.
Mulai dari nilai estetis hingga ekologis, taman-taman berdiri di berbagai belahan bumi; menghiasi babakan-babakan peradaban.
transparant.png
bottom of page