Diperbarui: 9 Des 2025
DI masa jayanya, Pele, legenda sepakbola asal Brasil, ibarat magnet. Aksi-aksinya di lapangan selalu memukau penonton maupun pemain lawan. Dengan lincah dia mengocek bola dan berkelit dari hadangan pemain lawan. Tapi, usai pertandingan, tak selalu mudah baginya untuk meninggalkan lapangan sebelum memberikan apa yang paling melekat pada dirinya: kaos.
Di level liga, Pele selalu menjadi buruan para pemain lawan. Ketika merumput di klub New York Cosmos di Liga Sepakbola Amerika Utara, setelah bermain selama 18 musim di klub Santos, semua pemain ingin bertukar kaos dengan Pele. Saking banyaknya Cosmos harus memberikan kaos Pele kepada semua pemain lawan usai pertandingan.
“Pele adalah daya tarik utama. Kadang-kadang kami harus membawa 25 sampai 30 kaos untuk setiap pertandingan. Jika tidak, kami tak akan pernah keluar dari stadion dalam keadaan hidup,” ujar Gordon Bradley, pelatih Cosmos pada 1971-1975 dan 1977, seperti dikutip fifa.com.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















