top of page

"Steve McQueen" Merampok Duit Haram Presiden

Drama perampokan bank terbesar dalam sejarah Amerika sukses difilmkan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Judul: Finding Steve McQueen | Sutradara: Mark Steven Johnson | Produser: Anthony Mastromauro, Silvio Muraglia, Andrea Iervolino, Monika Bacardi, Alexandra Klim | Pemain: Travis Fimmel, William Fichtner, Forest Whitaker, Rachael Taylor, John Finn, Rhys Coiro, Louis Lombardi, Jake Weary, Lily Rabe | Produksi: Paradox Studios, Identity Films, AMBI Media Group | Distributor: Momentum Pictures | Genre: Drama Thriller | Durasi: 91 Menit | Rilis: 15 Maret 2019

  • 6 Apr 2019
  • 4 menit membaca

SUATU siang di Deerwood, Pennsylvania medio 1980. Harry Barber (diperankan Travis Fimmel) menatap sekilas poster film Bullitt dengan foto aktor yang diidolakannya, Steve McQueen, di dinding kamar. Ia sudah membulatkan tekad untuk melakukan “pengakuan dosa”, bukan kepada pendeta, melainkan kepada pacarnya, Molly Murphy (Rachael Taylor).


Rasa gugup luar biasa menerpanya saat akan mengungkap jati dirinya di hadapan Molly pacarnya. Saat keduanya bertemu di sebuah kedai dine-in, Harry mengungkapkan dirinya bukanlah John Baker, nama yang digunakannya sejak berpacaran dengan Molly tujuh tahun silam. Harry hanyalah seorang buron yang dicari FBI (Biro Penyelidik Federal) sejak 1972 akibat perampokan bank terbesar dalam sejarah Amerika saat itu.


Molly terkejut bukan main. Tak percaya. Harry sampai memperlihatkan poster pencarian buronan yang ditemukannya di sebuah kantor pos. Harry pun mencurahkan kisahnya bersama kawanannya guna meyakinkan Molly. Alur mundur lantas tersaji di adegan berikutnya, sebuah pabrik kecil penghasil suplai mesin permen karet di Youngstown, Ohio, awal 1972.


Scene itu hanya satu dari sekian scene dengan alur maju-mundur yang disuguhkan sutradara Mark Steven Johnson dalam membuka film Finding Steve McQueen. Di adegan berikutnya itulah Johnson menunjukkan motif mengapa kawanan Harry Barber yang acap berdandan ala Steve McQueen itu merampok sebuah bank di negara bagian lain.


Ide merampok bank datang dari kepala Enzo Rotella (William Fichtner), paman Harry sekaligus pemilik pabrik permen karet tempat Harry bekerja. Enzo seorang hater presiden berkuasa, Richard Nixon. Ia mendapat ilham kala termakan isu adanya dana haram kampanye sang presiden jelang Pilpres Amerika 1972, di sebuah bank di California.


Enzo pun mengumpulkan kawanannya: Tommy Barber (Jake Weary), adik Harry; Pauly Callahan (Louis Lombardi), dan Rhys Coiro (Ray Darrow) yang ahli bahan peledak. Enzo ingin menjatuhkan Nixon dengan merampok duit haram sang presiden yang kabarnya mencapai 30 juta dolar Amerika.


Sebuah rencana yang simpel tapi efektif pun diracik. Dengan menggunakan nama Steve McQueen, Harry menyewa sebuah mansion di Laguna Niguel dekat Bank United California. Bank itu diyakini Enzo jadi tempat penyimpanan dana kampanye ilegal Presiden Nixon dari sejumlah mafia. Harry juga menyewa mobil untuk operasional perampokan, juga atas nama Steve McQueen.


Pasca-observasi singkat mengenai lingkungan sekitar bank, kawanan itupun menjalankan aksinya pada 24 Maret 1972. Tidak hanya sekali, melainkan sampai tiga kali lantaran perampokannya dijalankan saat bank tutup di akhir pekan (Jumat, Sabtu dan Minggu). Mereka pede aksi mereka takkan mendapat perhatian sang presiden lantaran itu uang haram.


Tapi dugaan mereka salah. Ratusan agen FBI diterjunkan untuk mengusut kasus itu. Wakil Direktur FBI Mark Felt (John Finn) sampai mengingatkan Kepala Cabang FBI California agen Howard Lambert (Forest Whitaker) agar kasus ini segera dituntaskan karena diduga berkaitan dengan Skandal Watergate di Washington DC.



Enzo kurang puas terhadap hasil aksinya. Dari tiga hari aksi, mereka hanya mendulang sekira empat juta dolar. Hasil itu terpaksa mereka terima sebelum pulang ke Youngstown, kecuali Harry dan Tommy yang memilih kabur ke Las Vegas. Mereka kecele, ternyata bukan di bank itu Nixon diduga menyimpan dana haram kampanyenya.


Semua anggota kawanan gagal. Namun, sutradara membuat ending dengan apik. Perbedaan tindakan dan nasib masing-masing anggota memperkuat drama di akhir film. Suasana heroik, menegangkan, atau mengharukan mewarnai akhir film.


Harry sendiri memilih menceritakan semuanya pada Molly. Sang kekasih lalu mengajaknya kabur laiknya perampok legendaris Bonnie dan Clyde. Namun, lebih baik Anda tonton sendiri Finding Steve McQueen agar lebih greget. Film ini sudah rilis sejak 15 Maret 2019.


Kombinasi Fakta dan Drama


Selain punya alur maju-mundur, Finding Steve McQueen menarik lantaran didukung sejumlah lagu menarik seperti “Drivin’ My Life Away” (Eddie Rabbit), “Funk #49” (James Gang), dan “Draggin’ the Line” (Tommy James). Lagu-lagu itu memperkuat suasana era 1970-an.


Tapi, jangan harap Anda menemukan twist rumit dan mengejutkan laiknya film-film bertema perampokan bank. Sebab, sutradara Johnson memang tidak ingin menyuguhkan kisah yang belum pernah diangkat ke layar lebar ini dalam film action. Finding Steve McQueen sengaja dihadirkan dengan titik-berat kisah historis yang dibumbui drama dan sedikit humor.


Ya, keyword-nya fakta sejarah yang didramatisir. Johnson menambahkan keterangan, “Inspired by True Events”, karena hanya setengah dari film itu yang berdasarkan fakta.


Dramatisasi fakta itu terlihat misalnya dalam jumlah uang yang dirampok kawanan Harry. Dalam film, kawanan itu hanya mendapatkan empat juta dolar. Faktanya, mereka mendapatkan sembilan juta dolar.


Fakta lain adalah soal karakter dalam film. Hanya ada dua tokoh yang berdasarkan karakter asli dalam kejadian, yakni Harry Barber dan Wakil Direktur FBI Mark Felt. Sisanya disajikan dengan nama samaran. Faktanya, bisa ditengok dalam Inside The Vault: The True Story of a Master Bank Burglar karya Amil Dinsio. Amil merupakan otak perampokan yang dalam film karakternya dinamai Enzo Rotella. Karakter lainnya ada Tommy Barber, adik Harry Barber yang aslinya bernama Ronald Barber. Dua anggota lainnya, Phil Christopher dan Charles Broeckel, dalam film dinamai Pauly Callahan dan Ray Darrow.



Namun, adegan-adegan aksi pembobolan brankas bank hingga faktor yang menyebabkan mereka tertangkap, benar adanya. Itu terjadi setelah identitas mereka terbongkar lantaran ditemukannya sidik jari pada mesin pencuci piring di mansion mereka.


Johnson mengaku punya alasan soal ini. Ia ingin menghormati Harry yang sempat ditemuinya, di mana skenario filmnya memang dibuat berdasarkan versinya. Maka selain menyamarkan nama-nama karakter, Johnson juga berkenan meng-cut adegan-adegan yang menggambarkan keluarga.


“Ketika Anda menghadapi kisah kejahatan seperti ini, tidak semua orang berkenan bercerita. Kami ingin menghormati Harry yang meminta agar tidak menggunakan nama asli karakter-karakter lainnya. Harry juga yang meminta karakter ibu dan ayahnya tidak dimasukkan ke film. Akhirnya kami memutuskan untuk menghormatinya dengan mengganti nama-nama karakternya dan memotong adegan keluarganya,” terang Johnson, dikutip comicbook.com, 11 Maret 2019.


Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Maria Ullfah terpikat sosialisme pada pandangan pertama. Sutan Sjahrir jadi comblangnya.
bg-gray.jpg
Buyut Ahmad Subardjo berasal dari keluarga terpandang di Aceh yang terlibat persaingan kekuasaan. Dia memilih merantau ke Jawa dan menjadi pemuka agama Islam. Anaknya mengikuti jejaknya.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah berada di dalam pusaran kontroversi penyusunan RUU Perkawinan. Berbuah manis walau penuh kompromi.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo lahir di Karawang dari keturunan bangsawan Aceh dan Jawa. Anak kesayangan mantri polisi ini pindah ke Batavia untuk melanjutkan pendidikan di sekolah Belanda.
Bantuan ekonomi seperti pemenuhan kebutuhan pokok, garam, gula, dan minyak menjadi salah satu perhatian dalam peringatan Hari Ibu.
Bantuan ekonomi seperti pemenuhan kebutuhan pokok, garam, gula, dan minyak menjadi salah satu perhatian dalam peringatan Hari Ibu.
Berawal dari tim buruh pabrik, kini Bayer Leverkusen kembali di ambang torehan “treble”. Sempat diejek dengan julukan “Neverkusen”.
Berawal dari tim buruh pabrik, kini Bayer Leverkusen kembali di ambang torehan “treble”. Sempat diejek dengan julukan “Neverkusen”.
Tak terima seorang warganya tewas di tangan pejuang pembebasan Palestina, pemerintahan Ronald Reagan melakukan pembalasan.
Tak terima seorang warganya tewas di tangan pejuang pembebasan Palestina, pemerintahan Ronald Reagan melakukan pembalasan.
Pada awal kemerdekaan angka kematian bayi cukup tinggi. Upaya pendidikan dukun pun dilakukan lewat Proyek Serpong.
Pada awal kemerdekaan angka kematian bayi cukup tinggi. Upaya pendidikan dukun pun dilakukan lewat Proyek Serpong.
Patung Ratu Mesir Nefertiti menjadi sumber perselisihan Jerman dan Mesir selama puluhan tahun.
Patung Ratu Mesir Nefertiti menjadi sumber perselisihan Jerman dan Mesir selama puluhan tahun.
Setiap revolusi menimbulkan efek yang luar biasa. Tak terkecuali revolusi mode yang seksi-seksi.
Setiap revolusi menimbulkan efek yang luar biasa. Tak terkecuali revolusi mode yang seksi-seksi.
transparant.png
bottom of page