top of page

Silang Sengkarut Perjalanan Pulang Odysseus

Christopher Nolan mengemas “The Odyssey” menurut versinya. Odysseus terdampar di banyak tempat dan mengalami rintangan-rintangan rumit. Di mana saja lokasinya di dunia nyata?

loading_historia_white.gif
transparant.png

Raja Odysseus dan pasukannya yang mesti melalui marabahaya dalam perjalanan pulang dari Troya (Universal Pictures)

28 Jul
8 menit membaca

AURA kekuasaannya masih utuh kala Raja Agamemnon (diperankan Benny Safdie) menyusuri pesisir pantai Troya menuju kapalnya. Odysseus (Matt Damon), panglimanya yang paling dihormatinya, menyertai di belakangnya. Begitu sang raja berbalik badan untuk berpisah, Odysseus berlutut sebagai penghormatan lalu sang raja memeluknya.


Adegan tersebut “menghiasi” film The Odyssey terbaru garapan sineas Christopher Nolan. Filmnya diadaptasi dari syair karangan penyair Yunani Homerus dengan tajuk serupa. Syairnya dituliskan Homerus sekitar abad ke-8 Sebelum Masehi (SM) dalam 24 buku sekaligus jadi sekuel bagi syair epik sebelumnya, Iliad.


Iliad berpusar pada kisah penculikan Helen, istri Raja Sparta Menelaus yang merupakan adik Agamemnon, oleh Pangeran Paris dari Troya. Maka Agamemnon sebagai raja yang membawahi semua kerajaan di Yunani, memerangi Troya sembari dibumbui perseteruan Agamemnon dengan Achilles selama Perang Troya. Adapun Odyssey berkisah tentang perjalanan panjang sekaligus mati-matian Odysseus untuk pulang pasca-Perang Troya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page