- 18 Agu 2025
- 3 menit membaca
Diperbarui: 19 Agu 2025
SELAMA pendudukan Jepang, Sutan Sjahrir menolak bekerja sama dan bergerak di bawah tanah. Melalui radio rahasia, ia mengetahui Jepang telah menyerah kepada Sekutu. Ketika Sukarno dan Mohammad Hatta kembali dari Dalat pada 14 Agustus 1945, Sjahrir mendesak mereka untuk segera memproklamasikan kemerdekaan tanpa melalui PPKI.
Menurut Sjahrir, Sekutu sebagai pemenang Perang Dunia II tidak mau berurusan dengan negara yang disponsori Jepang. Oleh karena itu, penting untuk menunjukkan bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia bersih dari campur tangan pihak Jepang.
Namun, Sukarno dan Hatta, yang belum yakin Jepang akan menyerah, merasa kelompok gerakan bawah tanah belum dapat mengumpulkan kekuatan yang cukup untuk menggulingkan Jepang. Mereka takut terjadi pertumpahan darah yang tidak berguna.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












