top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

A Historical Pilgrimage to Petamburan, Jakarta (3-End)

Tan Tjeng Bok was known as an actor for three eras. He was once the highest-paid artist, but his life ended in sorrow. He was buried in the Petamburan Public Cemetery.

3 Feb 2026

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

The author at Tan Tjeng Bok's grave in Petamburan Cemetery. (Martin Sitompul/Historia.ID).

  • 3 Feb
  • 9 menit membaca

From Johan Kepler Panggabean's grave, we continue walking to the back of the Petamburan Public Cemetery, where there is a block of Chinese graves. In one of the rows, we find the grave of Tan Tjeng Bok. Although not grand, the inscription on the gravestone sparks attention. At the top of the gravestone, there is a cross flanked by two angels. The next part explains who is buried there. 


“Actor of Three Eras. Has returned to the Father's house in Heaven. Born June 4, 1900. Died February 15, 1985. Tan Tjeng Bok (Pak Item),” reads the inscription on the tombstone.


Tan Tjeng Bok was a prominent Indonesian artist who spanned three eras. In addition to being a film actor, he was known as a keroncong artist, theater actor, and comedian. As indicated on his tombstone, Tan Tjeng Bok's artistic career spanned three eras.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
bottom of page