top of page

A Historical Pilgrimage to Petamburan, Jakarta (1)

From Indonesian national soccer team coach Toni Pogacnik to race car driver Hengky Iriawan, several notable sports heroes in Indonesian history are buried at the Petamburan Public Cemetery, Central Jakarta.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Illustration of the Petamburan Public Cemetery. (M.A.Yusuf/Historia.ID)

20 Jan
10 menit membaca

THE Petamburan Public Cemetery in Central Jakarta is quite exceptional. Despite being a public cemetery, Petamburan is reserved for non-Muslim residents of Jakarta. It is no surprise that many non-native people have been buried in Petamburan since colonial times.

 

From Chinese, Japanese, to Europeans, including Jewish graves, each has its own burial block. There is also the grandest mausoleum in Southeast Asia here. The mausoleum is the burial place of Oen Giok Khow, a wealthy landlord in Batavia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page