top of page

Sebuah Pamflet, Sebuah Panduan Menghadapi Pandemi

Kampanye penyebaran informasi pencegahan dan pengobatan Flu Spanyol di Hindia Belanda melalui medium lokal.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pasien flu Spanyol di kamp rumah sakit tentara Amerika Serikat di Prancis, 1918. (Wikimedia Commons).

8 Apr 2010
3 menit membaca

Diperbarui: 9 Des 2025

SEBUAH pandemi penyakit paling ganas dalam sejarah umat manusia terjadi pada 1918-1919. Sekitar 50 juta orang tewas di seluruh dunia. Penyebab pandemi adalah virus influenza A H1N1. Proses penularan virus yang cepat dengan tingkat kematian yang tinggi membuat banyak pihak kewalahan, termasuk pemerintah Hindia Belanda.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page