top of page

Mengemas Sejarah Kulkas

Mesin pendingin mulanya dikembangkan untuk mengatasi penyakit tropis. Sempat dibayangi ancaman kematian karena kebocoran gas, kulkas semakin populer seiring dengan munculnya freon.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Seorang penjual menjelaskan lemari es kepada tiga orang wanita di toko peralatan dapur di Asheville, Carolina Utara, Amerika Serikat, 1940. (Carolina Power and Light Photo Collection, State Archives of NC/Wikimedia Commons).

  • 10 Jul
  • 4 menit membaca

SEPANJANG tahun 1920-an, kulkas menjadi peralatan elektronik yang populer di masyarakat. Banyak orang membelinya sebagai teknologi revolusioner yang mengubah kebiasaan menyimpan dan mengonsumsi makanan. Upaya mengembangkan teknologi pendingin ini telah berlangsung sejak abad ke-19.


Lydia Bjornlund dalam How the Refrigerator Changed History mengisahkan, seorang dokter yang menjadi penemu mendemonstrasikan mesin es yang tengah dia kembangkan kepada tamu undangan dalam suatu perayaan di Florida, Amerika Serikat, pada Juli 1847. Pria itu, John Gorrie mempresentasikan sampanye dingin yang disimpan di dalam es.


“Gorrie tidak menciptakan mesin esnya untuk mendinginkan minuman bagi orang kaya. Sebaliknya, dia ingin menggunakannya untuk mencegah demam kuning, yang banyak melanda orang-orang Apalachicola [kota di Florida] pada 1841. Para dokter saat itu belum mengetahui bahwa demam kuning dan malaria, serta penyakit tropis lainnya, ditularkan oleh nyamuk. Mereka meyakini udara hangatlah yang menyebabkan penyakit-penyakit tersebut,” tulis Bjornlund.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Bukan tanpa alasan Ahmad Subardjo dijuluki “Sang Penjamin Kemerdekaan”. Namun, dia malah absen saat kemerdekaan diproklamasikan Sukarno.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first steps in Batavia led her into the arena of the national movement.
bg-gray.jpg
Setelah kembali ke Indonesia, Ahmad Subardjo menjadi pengacara yang diawasi ketat oleh pemerintah kolonial Belanda. Menepi dari aktivitas politik, Subardjo pergi ke Jepang.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah shared a room with Siti Soendari, the youngest sister of Dr. Soetomo. They had different personalities but complemented each other very well.
Pandemi COVID-19 berimbas pada Olimpiade Tokyo. Seolah mengulang cerita kelam 80 tahun silam meski penyebabnya berbeda.
Pandemi COVID-19 berimbas pada Olimpiade Tokyo. Seolah mengulang cerita kelam 80 tahun silam meski penyebabnya berbeda.
Konsep Jabotabek dikritik karena bukan mengurangi tapi akan menambah beban Jakarta.
Konsep Jabotabek dikritik karena bukan mengurangi tapi akan menambah beban Jakarta.
Bukan mangkrak, museum ini cuma butuh dana dan komitmen yang besar. Butuh dana 40 milyar lagi.
Bukan mangkrak, museum ini cuma butuh dana dan komitmen yang besar. Butuh dana 40 milyar lagi.
 Kisah penerjunan sinterklas oleh AU Inggris di laga Aston Villa vs Arsenal menjelang Hari Natal yang berakhir pelik.
Kisah penerjunan sinterklas oleh AU Inggris di laga Aston Villa vs Arsenal menjelang Hari Natal yang berakhir pelik.
 Juri memilih Historia sebagai media partner yang paling inovatif dalam menyajikan konten sejarah populer
Juri memilih Historia sebagai media partner yang paling inovatif dalam menyajikan konten sejarah populer
Jepang bisa jadi adidaya tak lepas dari belajar ke Indonesia. Mengapa Indonesia tak mau meniru meski harus berguru pada murid?
Jepang bisa jadi adidaya tak lepas dari belajar ke Indonesia. Mengapa Indonesia tak mau meniru meski harus berguru pada murid?
transparant.png
bottom of page