top of page

Hikayat Pohon Hujan

Pohon ini punya narasi mitos bisa menurunkan hujan. Menarik berbagai pemerintah kolonial Eropa untuk mendapatkan dan memperkenalkan tanaman ini ke berbagai negeri jajahan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Istana Gubernur Jenderal di Rijswijk, Batavia (cikal-bakal Istana Negara), antara 1881 dan 1889. Litografi berdasarkan lukisan cat air karya Rappard. (Wereldmuseum Amsterdam/Wikimedia Commons).

6 Jul
9 menit membaca

DI halaman tengah kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, terdapat pohon trembesi tua yang rimbun dan konon angker. Padahal tanaman ini punya sebutan lain yang puitis: pohon hujan. Kisah pohon ini bisa ditarik ke masa ratusan tahun lalu ketika bangunan istana menjadi pusat pemerintahan sekaligus kediaman resmi Gubernur Jenderal Hindia Belanda.


Tak diketahui kapan dan siapa yang menanam pohon itu di sana. Yang pasti, keberadaan pohon trembesi itu mempercantik halaman Istana. Tak heran jika area di sekitarnya kerap dipakai untuk beragam acara.


Koran De Nieuwsgier edisi 18 Agustus 1952 mencatat kesuksesan pesta penutup perayaan 17 Agustus di Istana. Ini tak lain, “berkat sejumlah penampilan luar biasa di panggung yang telah disiapkan di bawah pohon hujan besar di taman istana –latar belakang yang menyenangkan bagi para penari Bali dan Jawa, penijak Minangkabau, penyanyi Batak, dan pemain seruling Sangihe yang menghibur para tamu, yang berjumlah sekitar 2.000 orang.”

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi kepala polisi wilayah Banyumas pada awal kemerdekaan. Dekat dengan anak buah, Gatot berhasil memimpin pasukan dalam pertempuran Ambarawa.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
Sjfaruddin yang memiliki keahlian di bidang ekonomi dipercaya Sjahrir sebagai menteri muda keuangan dalam Kabinet Sjahrir II. Mengeluarkan kebijakan untuk menggunting uang NICA dan uang Javasche Bank pecahan Rp. 5 menjadi dua bagian.
Sjfaruddin yang memiliki keahlian di bidang ekonomi dipercaya Sjahrir sebagai menteri muda keuangan dalam Kabinet Sjahrir II. Mengeluarkan kebijakan untuk menggunting uang NICA dan uang Javasche Bank pecahan Rp. 5 menjadi dua bagian.
Di masa tuanya, Sjafruddin yang sudah tidak berpolitik memilih menampilkan diri sebagai seorang mubaligh.
Di masa tuanya, Sjafruddin yang sudah tidak berpolitik memilih menampilkan diri sebagai seorang mubaligh.
Tak sengaja ditemukan di sebuah zaman, sampai sekarang “susu basi” ini jadi hidangan lezat nan sehat.
Tak sengaja ditemukan di sebuah zaman, sampai sekarang “susu basi” ini jadi hidangan lezat nan sehat.
Kartu Lebaran bukan hanya sarana mengucapkan selamat Idulfitri, tetapi juga pernah bermuatan politis.
Kartu Lebaran bukan hanya sarana mengucapkan selamat Idulfitri, tetapi juga pernah bermuatan politis.
Seorang perupa mengangkat kejahatan kemanusiaan pada 1965 menjadi tema karyanya. Dekonstruksi tanpa provokasi.
Seorang perupa mengangkat kejahatan kemanusiaan pada 1965 menjadi tema karyanya. Dekonstruksi tanpa provokasi.
Aktivis Greenpeace diserang agen intelijen karena menentang uji coba nuklir Prancis. Kapalnya Rainbow Warrior diledakkan.
Aktivis Greenpeace diserang agen intelijen karena menentang uji coba nuklir Prancis. Kapalnya Rainbow Warrior diledakkan.
transparant.png
bottom of page