- 1 jam yang lalu
- 9 menit membaca
DI halaman tengah kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, terdapat pohon trembesi tua yang rimbun dan konon angker. Padahal tanaman ini punya sebutan lain yang puitis: pohon hujan. Kisah pohon ini bisa ditarik ke masa ratusan tahun lalu ketika bangunan istana menjadi pusat pemerintahan sekaligus kediaman resmi Gubernur Jenderal Hindia Belanda.
Tak diketahui kapan dan siapa yang menanam pohon itu di sana. Yang pasti, keberadaan pohon trembesi itu mempercantik halaman Istana. Tak heran jika area di sekitarnya kerap dipakai untuk beragam acara.
Koran De Nieuwsgier edisi 18 Agustus 1952 mencatat kesuksesan pesta penutup perayaan 17 Agustus di Istana. Ini tak lain, “berkat sejumlah penampilan luar biasa di panggung yang telah disiapkan di bawah pohon hujan besar di taman istana –latar belakang yang menyenangkan bagi para penari Bali dan Jawa, penijak Minangkabau, penyanyi Batak, dan pemain seruling Sangihe yang menghibur para tamu, yang berjumlah sekitar 2.000 orang.”
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















