Diperbarui: 14 Sep
SEJAK didirikan pada 1817, Kebun Raya Bogor diimpikan sebagai pusat kegiatan ilmiah di Hindia Belanda. Harapan itu terwujud, bahkan terlampaui, pada 1890-an. Kala itu Kebun Raya dianggap sebagai salah satu pusat kegiatan ilmiah utama di kawasan tropis. Ia menjadi ikon Pulau Jawa.
Namun sejatinya, di awal-awal perjalanan sejarahnya, Kebun Raya sempat menghadapi masa-masa sulit. Pada pertengahan 1820-an, pemerintah kolonial mengalami kesulitan finansial –salah satunya karena Perang Jawa– dan terpaksa melakukan penghematan anggaran. Hal ini berdampak pada Kebun Raya.
Dalam Science Cultivating Practice, A History of Agricultural Science in The Netherlands and Its Colonies 1864-1986, disertasi di Wageningen University Belanda tahun 2001, Harro Maat mencatat, pada Agustus 1826, pembiayaan operasional Kebun Raya dipotong dan jabatan direktur dihapuskan. Pengelolaan Kebun Raya kemudian dijadikan satu dengan kantor istana gubernur jenderal. Kebun Raya pun hanya menjadi suatu pekarangan biasa di sekitar istana.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















