top of page

Romusha dan Revolusi Indonesia di Singapura

Terlantar di negeri orang. Eks romusha bersama buruh Indonesia melakukan aksi propaganda, boikot, hingga pemogokan di Singapura.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kapal Bloemfontein yang membawa ratusan romusha tiba di Tanjung Priok. (Nieuw Utrechtsch Dagblad, 7 Desmeber 1946).

1 menit yang lalu
10 menit membaca

KAPAL Belanda S.S. Tjisedane yang mengangkut 807 eks romusha mendekat pelabuhan Tanjung Priok. Di atas kapal, Kriamadja, lelaki asal Purbalingga (Jawa Tengah) berusia 34 tahun, bercerita bagaimana ia bisa terlantar di Singapura.


Pada 1942, Kriamadja menerima pesan dari lurah untuk segera melapor kepadanya. Tak ada alasan yang diberikan sama sekali. Setelah melapor, dia tidak diizinkan pulang. Keesokan harinya, dia diangkut ke Singapura oleh Jepang. Empat hari setelah tiba di sana, dia dikirim ke Siam dan dipekerjakan di Jalur Kereta Api Maut, jalur rel sepanjang sekitar 415 km yang menghubungkan Ban Pong (Thailand) dan Thanbyuzayat (Burma/Myanmar).


Selama Perang Dunia II, militer Jepang memobilisasi jutaan rakyat di Jawa untuk dijadikan romusha. Ribuan di antaranya dikirim ke berbagai kawasan di Asia Tenggara melalui Singapura, kota pelabuhan utama di Selat Malaka sekaligus pusat imperialisme Jepang dan Inggris di Asia Tenggara —untuk kemudian disebar ke Malaysia, Thailand, hingga Burma. Mereka dipaksa membangun infrastruktur militer seperti pangkalan, lapangan udara, benteng, dan jalur kereta api demi kepentingan perang Jepang. Para romusha ditempatkan dalam kondisi yang tidak manusiawi. Menghadapi jam kerja yang ekstrem, siksaan fisik, kelaparan, dan wabah penyakit.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Terlantar di negeri orang. Eks romusha bersama buruh Indonesia melakukan aksi propaganda, boikot, hingga pemogokan di Singapura.
bg-gray.jpg
Pengalaman dan usianya membuat Gatot Soebroto acap jadi tempat mengadu para perwira. Namanya tetap abadi di banyak tempat, mulai jalan-jalan protokol hingga RSPAD.
bg-gray.jpg
Kasus perdagangan anak di daerah transmigrasi Rawa Makmur, Kalimantan Timur ungkap kemiskinan ekstrem yang menjerat kehidupan para transmigran. Praktik korupsi aparat disinyalir biang keladinya.
bg-gray.jpg
Panglima tempur yang memadamkan gejolak di berbagai daerah. Menggagas banyak hal penting setelah aktif lagi di Angkatan Darat.
Keberagaman dalam Imlek menjadi semangat baru bagi bangsa Indonesia untuk bangkit melawan pandemi covid-19.
Keberagaman dalam Imlek menjadi semangat baru bagi bangsa Indonesia untuk bangkit melawan pandemi covid-19.
Aktor kawakan yang mencintai akting dan bisbol. Dikagumi Elvis Presley hingga jadi “anak emas” Walt Disney.
Aktor kawakan yang mencintai akting dan bisbol. Dikagumi Elvis Presley hingga jadi “anak emas” Walt Disney.
Pantomim bukan sekadar bahasa bisu. Ia seni ekspresi dengan estetika yang tak semata memancing gelak tawa.
Pantomim bukan sekadar bahasa bisu. Ia seni ekspresi dengan estetika yang tak semata memancing gelak tawa.
Merekam warga Jakarta dalam merayakan hari kemerdekaan Indonesia tahun ini. Antusiasme yang muncul lagi usai hampir dua tahun menghilang.
Merekam warga Jakarta dalam merayakan hari kemerdekaan Indonesia tahun ini. Antusiasme yang muncul lagi usai hampir dua tahun menghilang.
Beda zaman, beda lagi jiwanya. Begitu pula dengan kesantunan dalam berpolitik.
Beda zaman, beda lagi jiwanya. Begitu pula dengan kesantunan dalam berpolitik.
Ketika pemerintah Hindia Belanda tak mampu menghadapi gelombang pandemi Flu Spanyol secara menyeluruh, para sinshe muncul sebagai penyelamat.
Ketika pemerintah Hindia Belanda tak mampu menghadapi gelombang pandemi Flu Spanyol secara menyeluruh, para sinshe muncul sebagai penyelamat.
transparant.png
bottom of page