top of page

Trotskis yang Masuk Golkar

Pernah menjadi anggota PKI tapi memilih keluar dan bergabung dengan partai kiri lainnya. Salah satu pendukung Pancasila sebagai dasar negara dalam sidang Konstituante.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sahamad Sudjono. (konstituante.net).

11 Mar 2025
8 menit membaca

Diperbarui: 20 Nov 2025

ORANG-orang kiri mengalami kepedihan selepas peristiwa Gerakan 30 September (G30S) 1965. Dibunuh. Diperkusi. Ditahan atau dibuang ke Pulau Buru. Namun, ada segelintir yang selamat dan tetap berkiprah di dunia politik selama Orde Baru. Salah satunya Sahamad Sudjono mantan anggota Komite Pusat Partai Angkatan Comunis Muda (Acoma).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page