- Randy Wirayudha

- 3 jam yang lalu
- 9 menit membaca
SIANG itu, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat begitu ramai dengan lalu-lalang kendaraan. Gaduh. Namun setiba di depan sebuah gedung kawasan Kwitang yang tak jauh dari jalan layang Senen dan gedung-gedung sibuk di dekatnya seperti Universitas BSI, Ibis Hotel, dan Museum Sumpah Pemuda, waktu seolah berhenti.
Ia seakan membawa kita ke masa lalu. Bak langit dan bumi dibandingkan dengan bangunan-bangunan baru tadi, gedung tua lima lantai yang masih tegak berdiri di Jalan Kramat Raya No. 94-96 itu kumuh dan terbengkalai. Bentuk Gedung CTC (Central Trading Company), demikian bangunan itu dinamai, khas gedung modern era 1950-an. Terdiri dari dua sayap bangunan terpisah, lantai 1 sayap kanan hanya ditempati Bank Mandiri KCP Kramat Raya sebagai tenant-nya. Di gerbang tengah dan trotoar di depannya banyak orang menawarkan jasa cat duco.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












