top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Riwayat Konglomerat Dasaad

Jaringan bisnis Dasaad membentang di dalam dan luar negeri. Ia tercatat sebagai pengusaha Indonesia pertama yang membuka kantor cabang di Amerika Serikat.

30 Des 2025

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Resepsi perpisahan untuk Dr. A. Houwink (kedua dari kiri), mantan presiden direktur Javasche Bank yang digantikan oleh Sjafruddin Prawiranegara, di Hotel des Indes. Tampak Dasaad (kiri) berbincang dengan Houwink. (De Nieuwsgier, 1 Agustus 1951).

Diperbarui: 14 Jan

SEBUAH gedung megah berdiri di tepi Kali Besar, Taman Sari, Jakarta. Dari kejauhan, bangunan itu memancarkan pesona kejayaan masa lalu. Pilar-pilarnya berdiri kokoh. Arsitekturnya menampilkan gaya Art Deco yang elegan. Sementara bagian fasadnya terpahat tulisan Dasaad Musin Concern.


Dasaad Musin Concern merupakan sebuah konglomerasi bisnis milik Agus Musin Dasaad. Di bawah naungannya, terdapat berbagai perusahaan yang bergerak di multisektor, mulai dari ekspor-impor, perkebunan, keagenan, pabrik tekstil, kertas, hingga radio. Keberhasilan Dasaad dalam mengelola beragam bisnisnya membuat namanya melambung dan dikenal sebagai salah satu pengusaha paling berpengaruh di Indonesia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Tuan Rondahaim melawan Belanda di Simalungun hingga akhir hayatnya. Dia tidak pernah menyerah. Penyakit rajalah yang menghentikan perlawanannya.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page