top of page

Hikayat Raja Ban

Kisah salah satu pengusaha tersukses di era 1960-an. Menghilangkan jejak setelah terjadi peralihan kekuasaan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi Bram Tambunan. (Betaria Sarulina/Historia.ID).

3 Des 2022
13 menit membaca

PAGI itu, Presiden Sukarno kongko sambil minum kopi bersama orang-orang terdekatnya di Istana Merdeka. Berita tak sedap sampai ke telinga kepala negara. Ibrahim “Bram” Tambunan buka suara soal ekspor hasil bumi Indonesia yang diboikot masuk pasar Eropa. Sebagai jalan keluar, Bram usul membuka kantor dagang di Belanda yang mengusahakan impor berbagai hasil bumi dari Indonesia dan mengekspor aneka ragam barang industri ke Indonesia. Usulan ini dukung sepenuhnya oleh Bung Karno.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page