- Petrik Matanasi
- 14 jam yang lalu
- 5 menit membaca
SUATU hari pada dua abad silam. Datanglah orang Jawa jelata kepada seorang pria tua blasteran Jawa-Eropa di Desa Ngoro, Mojokerto. Singotaruno (Singo Stroeno), orang Jawa jelata itu, punya teka-teki yang diwariskan oleh ayahnya. Dia lalu menanyakan teka-teki itu kepada Coenrad Laurens Coolen (1773-1873), yang dikenal sebagai Mbah Coolen, pria sepuh tadi.
“Tuan, saya punya teka-teki; siapa pun yang memecahkannya untuk saya, saya akan mengikutinya, dan saya akan menerima kata-katanya tanpa syarat. Teka-teki itu berbunyi sebagai berikut: ‘Di dalam Tuhan ada Tuhan; Tuhan yang terdalam ini, siapakah nama-Nya?” kata Singotaruno.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












