- 1 hari yang lalu
- 9 menit membaca
BERKUMPUL dengan orangtua merupakan kemewahan bagi banyak anak pejabat. Tanto Sudiro, putra bungsu walikota Jakarta Raya periode 1953-1960 R. Sudiro Hardjodisastro, merasakan betul hal tersebut. Tak hanya sang ayah, ibundanya, Siti Djauhari, pun sosok perempuan yang juga sibuk.
“Saya lebih rapat sama kakak-kakak karena yang mengurus ya kakak saya. Bapak saya repot. Ibu juga aktif organisasi. Kadang ada di rumah. Bapak enggak pernah main [sama anak-anak], cuma ngobrol. Kalau lagi di rumah, tamunya enggak putus-putus sementara kita jam tujuh malam sudah tidur,” kenang Tanto kepada Historia.ID.
Sebagai walikota ibukota, Sudiro sibuk mengurus kotanya sekaligus urusan pemerintah pusat di ibukota. Maka nyonya walikota selain mendampingi Sudiro juga sibuk di berbagai organisasi. Antara lain di Persatuan Wanita Republik Indonesia (Perwari) dan Badan Penghubung Organisasi-Organisasi Wanita (BPOW, kini Badan Kerjasama Organisasi Wanita/BKOW).
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















