top of page

Suka Duka Siti Djauhari Sudiro

Siti Djauhari tak sekadar jadi pelengkap kehidupan Sudiro. Sejak muda aktif di pergerakan, Siti sibuk di organisasi wanita hingga jadi teman curhat Fatmawati.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Siti Djauhari Sudiro (kanan) saat mendampingi suaminya dalam kunjungan ke Moskow pada akhir Juni 1957 (Majalah Kotapradja edisi 30 Juni 1957)

  • 2 Jul
  • 9 menit membaca

Diperbarui: 31 Jul

BERKUMPUL dengan orangtua merupakan kemewahan bagi banyak anak pejabat. Tanto Sudiro, putra bungsu walikota Jakarta Raya periode 1953-1960 R. Sudiro Hardjodisastro, merasakan betul hal tersebut. Tak hanya sang ayah, ibundanya, Siti Djauhari, pun sosok perempuan yang juga sibuk.


“Saya lebih rapat sama kakak-kakak karena yang mengurus ya kakak saya. Bapak saya repot. Ibu juga aktif organisasi. Kadang ada di rumah. Bapak enggak pernah main [sama anak-anak], cuma ngobrol. Kalau lagi di rumah, tamunya enggak putus-putus sementara kita jam tujuh malam sudah tidur,” kenang Tanto kepada Historia.ID.


Sebagai walikota ibukota, Sudiro sibuk mengurus kotanya sekaligus urusan pemerintah pusat di ibukota. Maka nyonya walikota selain mendampingi Sudiro juga sibuk di berbagai organisasi. Antara lain di Persatuan Wanita Republik Indonesia (Perwari) dan Badan Penghubung Organisasi-Organisasi Wanita (BPOW, kini Badan Kerjasama Organisasi Wanita/BKOW).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Bukan tanpa alasan Ahmad Subardjo dijuluki “Sang Penjamin Kemerdekaan”. Namun, dia malah absen saat kemerdekaan diproklamasikan Sukarno.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first steps in Batavia led her into the arena of the national movement.
bg-gray.jpg
Setelah kembali ke Indonesia, Ahmad Subardjo menjadi pengacara yang diawasi ketat oleh pemerintah kolonial Belanda. Menepi dari aktivitas politik, Subardjo pergi ke Jepang.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah shared a room with Siti Soendari, the youngest sister of Dr. Soetomo. They had different personalities but complemented each other very well.
Kampanye penyebaran informasi pencegahan dan pengobatan Flu Spanyol di Hindia Belanda melalui medium lokal.
Kampanye penyebaran informasi pencegahan dan pengobatan Flu Spanyol di Hindia Belanda melalui medium lokal.
Lorong Zaman Pamer
Lorong Zaman Pamer
Spanyol kerap diguncang teror, mulai dilakukan oleh kaum separatis hingga kaum radikal asal Timur Tengah.
Spanyol kerap diguncang teror, mulai dilakukan oleh kaum separatis hingga kaum radikal asal Timur Tengah.
Masa depan sepakbola di bawah rezim Taliban berpotensi suram. Trauma eksekusi mati di tengah stadion dikhawatirkan terulang.
Masa depan sepakbola di bawah rezim Taliban berpotensi suram. Trauma eksekusi mati di tengah stadion dikhawatirkan terulang.
Dari sedikit catatan di Piala Eropa, hanya ada dua pasang ayah dan anak yang pernah bikin gol di turnamen paling populer kedua setelah Piala Dunia itu.
Dari sedikit catatan di Piala Eropa, hanya ada dua pasang ayah dan anak yang pernah bikin gol di turnamen paling populer kedua setelah Piala Dunia itu.
Yang kita butuhkan, mungkin, bukan Nelson Mandela tapi kemauan dan keberanian untuk menebus dosa masa lalu dengan berbagai cara yang bisa memenuhi rasa keadilan.
Yang kita butuhkan, mungkin, bukan Nelson Mandela tapi kemauan dan keberanian untuk menebus dosa masa lalu dengan berbagai cara yang bisa memenuhi rasa keadilan.
transparant.png
bottom of page