- 24 Jun
- 4 menit membaca
SEMASA taruna di Akabri, Johny Lumintang dan Agus Widjojo berada dalam satu kompi. Di lapangan olahraga, Agus dikenal sebagai pemain sepakbola sementara Johny jago main tenis. Menjelang kelulusan, 20 orang dari angkatan mereka menjalani tes bahasa Inggris untuk mengikuti basic training di Amerika Serikat. Johny masih bisa mengikuti ujian writting, tapi sangat kesulitan ujian listening.
“Gus, dari 50 soal hearing tuh, berapa [soal] yang kamu enggak tahu?” tanya Johny kepada Agus.
“Yang paling enggak jelas paling satu,” jawab Agus santai.
Johny kaget dan terbengong-bengong mendengarnya. Bagaimana tidak, dia dan kawan-kawan yang lain tidak mengerti dengan soal yang diujikan. Apalagi di Akabri saat itu belum ada lab bahasa Inggris.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















