top of page

Jenderal Yani dan Para Asistennya

Sebagai orang nomor satu di Angkatan Darat, Yani dibantu oleh sejumlah perwira tinggi pilihan yang menjadi stafnya. Mayoritas berpendidikan Barat.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ahmad Yani dan para asistennya. Kiri: S. Parman, D.I. Pandjaitan, dan Soetoyo Siswomihardjo. Kanan: Djamin Gintings, Ashari, dan Pranoto. (Betaria Sarulina/Historia.ID).

26 Sep 2020
4 menit membaca

Diperbarui: 19 Jun

SEPEKAN setelah memegang tampuk kepemimpinan Angkatan Darat, Letjen Ahmad Yani meresmikan susunan stafnya.  Tiga perwira tinggi  diangkat sebagai deputi. Mereka antara lain: Deputi I/Operasi Mayjen Moersjid, Deputi II/Admistrasi Mayjen Soeprato, dan Deputi III/Pembinaan Mayjen Harjono Mas Tirtodarmo. Ketiganya merupakan wakil Yani yang membawahkan beberapa bidang.


Untuk membantu kinerjanya, Yani dibantu oleh sejumlah asisten. Asisten I/Intelijen Mayjen Siswondo Parman, Asisten II/Mayjen Djamin Gintings, Asisten III/Personel Mayjen Pranoto Reksosamudro, Asisten IV/Brigjen Donald Isaac Pandjaitan.


Selain itu, Yani menambah tiga asisten lagi yang di masa Nasution belum ada. Asisten V/Teritorial Brigjen Soeprapto Sokowati, Asisten VI/Kekaryaan Brigjen dr. Soedjono, dan Asisten VII/Keuangan Brigjen Ashari yang kemudian digantikan oleh Alamsyah Ratu Perwiranegara.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
Perayaan Imlek sempat dilarang pada zaman Belanda dan Orde Baru. Kini dirayakan dengan semarak.
Perayaan Imlek sempat dilarang pada zaman Belanda dan Orde Baru. Kini dirayakan dengan semarak.
Payung tak lagi hanya berfungsi sebagai pelindung dari hujan dan terik matahari, tetapi juga tren gaya hidup modern.
Payung tak lagi hanya berfungsi sebagai pelindung dari hujan dan terik matahari, tetapi juga tren gaya hidup modern.
Indonesia lagi-lagi hanya jadi penonton Piala Dunia. Padahal, Indonesia nyaris tampil di Piala Dunia 1958.
Indonesia lagi-lagi hanya jadi penonton Piala Dunia. Padahal, Indonesia nyaris tampil di Piala Dunia 1958.
Kota suci itu pernah merajut perdamaian antaragama di masa awal kekuasaan Arab Islam. Kini konflik peperangan mencabik-cabiknya.
Kota suci itu pernah merajut perdamaian antaragama di masa awal kekuasaan Arab Islam. Kini konflik peperangan mencabik-cabiknya.
Untuk kali kedua, Indonesia Week promosikan beragam budaya Indonesia. Bertepatan dengan enam dekade hubungan Indonesia-Jepang.
Untuk kali kedua, Indonesia Week promosikan beragam budaya Indonesia. Bertepatan dengan enam dekade hubungan Indonesia-Jepang.
Dari Korea Utara hingga Maroko. Mereka tim-tim yang disepelekan yang justru jadi batu sandungan bagi para favorit juara.
Dari Korea Utara hingga Maroko. Mereka tim-tim yang disepelekan yang justru jadi batu sandungan bagi para favorit juara.
transparant.png
bottom of page