- 18 Feb 2025
- 4 menit membaca
Diperbarui: 29 Des 2025
SELAIN buku nikah, cincin kawin yang disematkan di jari manis sepasang pengantin menjadi tanda telah terikat sebagai suami-istri. Penggunaan cincin sebagai tanda maupun simbol kekuasaan atau ikatan telah dilakukan sejak lama. Tak heran bila cincin dianggap sebagai aksesoris yang paling simbolis.
Cincin kawin yang dikenakan oleh wanita telah dikenal sejak zaman kuno. Cincin ini digunakan oleh bangsa Mesir, Yunani, dan Romawi. Tulisan-tulisan Mesir Kuno menjelaskan, penempatan cincin kawin di jari manis karena di jari tersebut terdapat pembuluh darah yang langsung menuju jantung. “Karena saraf yang ada di jari ini, orang yang bertunangan menyematkan cincin di jari keempat pasangannya, seakan-akan itu adalah representasi dari hati,” tulis Vincent M. Figueredo dalam The Curious History of the Heart: A Cultural and Scientific Journey.
Hubungan antara jantung dan jari keempat di tangan kiri adalah hasil pengamatan dokter Mesir pada pasien yang merasakan sakit “di jantungnya”. Rasa sakit itu dimulai dari dada, lalu bergerak ke lengan kiri hingga ke jari keempat dan kelima. Berdasarkan hal itu muncul anggapan bahwa jantung dan jari keempat saling terhubung. Orang Romawi menyebut pembuluh darah di jari manis yang mengalir menuju ke jantung sebagai vena amoris atau “urat nadi cinta”.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















