top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Menelusuri Perjalanan Mutiara

Sebuah upaya dokumentasi menelusuri jejak mutiara sebagai salah satu perhiasan klasik berbagai zaman.

13 Jan 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Khanderao Gaekwar, Maharaja Baroda pertama, memakai kalung mutiara tujuh untaian. (pinterest.com).

  • 13 Jan 2024
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 5 Jan

JURNALIS Stephen G. Bloom, yang menulis untuk beberapa harian di Amerika termasuk Los Angeles Times sekaligus dosen jurnalisme di University of Iowa, punya gairah dan keingintahuan terhadap mutiara yang telah memikat hati banyak orang selama bertahun-tahun. Dia terbawa kenangan masa kecilnya: seuntai kalung mutiara sederhana (dan satu-satunya) yang dikenakan ibunya setiap kali merayakan ulang tahun pernikahan. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Murka karena utusannya dibantai dengan bengis, Sultan Mehmed II membalas dengan kekuatan penuh. Walau berhasil kabur, nasib Vlad Dracula berakhir tragis.
Pahit Getir Hidup Sjahrir

Pahit Getir Hidup Sjahrir

Menjelang akhir hayatnya, Sutan Sjahrir hidup sebagai tahanan dalam perawatan. Namun, justru pada saat itulah putrinya merasakan kehidupan sebagai keluarga yang utuh.
Gowa Masuk Islam

Gowa Masuk Islam

Islamisasi di Gowa dan Makassar makan waktu panjang meskipun raja-raja di sana sangat terbuka.
Pusat Listrik Negara di Medan Merdeka

Pusat Listrik Negara di Medan Merdeka

Menikmati secangkir kopi di sebuah kedai yang dulunya berperan dalam penerangan kota. Bangunan ini menjadi perusahaan pemasok listrik sejak masa kolonial.
bottom of page