top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Pernikahan dengan Sarung Tangan

Pernikahan dengan wanita Eropa masih menjadi impian laki-laki Eropa yang berada di Hindia Belanda. Mereka pun melakukan pernikahan dengan sarung tangan.

30 Jun 2023

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Potret pernikahan Bets. Wanita ini menikah dengan sarung tangan karena suaminya, laki-laki dalam foto, tinggal di Hindia Belanda tahun 1900-an. (Jean Vaessen/Rijksmuseum).

HUBUNGAN laki-laki imigran Eropa dengan wanita lokal, yang mengarah pada pergundikan, menjadi hal yang lazim pada zaman kolonial Belanda. Namun, hubungan tersebut umumnya tak berlangsung lama karena pria Eropa masih menginginkan perkawinan dengan perempuan Eropa atau Indo-Eropa yang sederajat.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Tuan Rondahaim melawan Belanda di Simalungun hingga akhir hayatnya. Dia tidak pernah menyerah. Penyakit rajalah yang menghentikan perlawanannya.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page