- 1 jam yang lalu
- 6 menit membaca
JAUH sebelum istilah “blusukan” dipopulerkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (2012-2013), aksi turun ke lapangan telah dilakoni oleh pendahulunya, Sudiro, wali kota Jakarta periode 1953–1960. Saat itu, sebutan kepala daerah Jakarta masih wali kota.
Alih-alih pencitraan, Sudiro blusukan untuk mengetahui permasalahan masyarakat Jakarta. Itulah yang dilakukannya kala meninjau kali Pacebokan di bilangan Glodok. Sungai kecil ini terkenal kotor dan jadi sarang penyakit.
Tanto Sudiro, putra bungsu Sudiro, masih ingat ayahnya tak punya banyak waktu di rumah. Usai pulang dari kantor balai kota, Sudiro biasanya bergegas lagi untuk pergi blusukan. Sekali waktu, Sudiro bersama sopirnya ke Pacebokan. Di pinggir jalan, mereka makan sate sembari menunggu orang-orang datang ke kali.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

















