- 12 Jul 2018
- 4 menit membaca
Diperbarui: 27 Jul
JAC P. Thijsse, lelaki Belanda bersetelan jas lengkap dan topi fedora, saban minggu pergi-pulang Jakarta-Bandung menggunakan pesawat Dakota. Dia bekerja di Biro Perantjang Pusat Departemen Pekerdjaan Umum, Jakarta. Tugasnya membuat blueprints (cetak biru) pengembangan kota-kota di Indonesia Timur.
Kebanyakan kota di Indonesia timur rusak akibat Perang Kemerdekaan. Untuk memperbaikinya, pemerintah meminta cetak biru buatan ahli perencana kota yang jumlahnya masih hitungan jari.
Cetak biru kota mengandung pembagian wilayah kota berdasarkan peruntukannya (zonasi). Entah itu untuk permukiman, perdagangan, industri, transportasi, pemerintahan, pendidikan, ataupun fasilitas umum. Termaktub pula di dalamnya perkiraan pertumbuhan jumlah penduduk dan rencana pembiayaan untuk mengembangkan wilayah kota.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















