top of page

Museum Gajah Bakal Merestorasi 817 Koleksi yang Rusak

Dari 194 ribu koleksi, 817 benda bersejarah Museum Gajah mengalami kerusakan ringan hingga berat pasca-kebakaran.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Museum Gajah akan memulihkan koleksinya yang terdampak kebakaran. (Riyono Rusli/Historia.ID).

19 Sep 2023
2 menit membaca

Diperbarui: 18 Jun

PASCA kebakaran yang melanda Museum Nasional Indonesia (MNI) atau Museum Gajah pada Sabtu (16/9/2023), pihak Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya (BLU MCB) sebagai pengelola melakukan evakuasi, investigasi, dan assessment kerusakan yang ditimbulkan. Diketahui, Museum Gajah menyimpan sekitar 194 ribu koleksi benda bersejarah asli maupun replika.


Mengutip rilis pers di laman resmi Museum Gajah pada Minggu (17/9/2023), Plt. Kepala BLU MCB Ahmad Mahendra mengatakan kebakarannya melanda enam dari 15 ruangan yang ada di Gedung A Museum Gajah. Koleksi-koleksi yang terdampak adalah koleksi replika.


“Ruang pamer Gedung B dan C sama sekali tidak terdampak. Api tidak menyebar. Sebagian koleksi yang terdampak adalah replika, seperti di bagian prasejarah. Sisanya dipastikan dalam keadaan aman,” kata Mahendra.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page