top of page

Jenderal Reformis Agus Widjojo Telah Berpulang 

Agus Widjojo jenderal berpikiran maju. Meski sejatinya korban 1965 juga, Agus enggan mendendam dan pilih menyerukan perdamaian untuk semua.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Gubernur Lemhanas Letjen TNI (Purn.) Agus Widjojo. (Nugroho Sejati/Historia.ID).

9 Feb
3 menit membaca

Diperbarui: 14 Mei

KABAR duka datang dari Letjen TNI (Purn.) Agus Widjojo. Duta besar Indonesia untuk Filipina ini tutup usia pada 8 Februari 2026 karena sakit. Agus diangkat menempati posisi tersebut pada Januari 2022.

 

Selain sebagai putra Pahlawan Revolusi Mayjen TNI Sutoyo Siswomihardjo,  nama Agus dikenal sebagai jenderal intelek dan reformis-humanis. Menulis dan menjadi pembicara bermacam acara diskusi ilmiah terus aktif dilakoninya.

 

Pria kelahiran Surakarta, 8 Juli 1947 itu di masa akhir Orde Baru pernah mengutarakan pemikirannya mengenai posisi ABRI yang mesti dikoreksi demi mengahadapi perang masa depan yang jauh berbeda dari perang Revolusi (masa lalu) yang selalu dijadikan dasar peran serta ABRI dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page